Metamorfosa peran RT dan RW dalam politik desa :: Suatu penelitian deskriptif tentang kelembagaan RT dan RW dalam upaya menumbuhkan demokrasi lokal di Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY
SETYOKO, Joko, Drs. Cornelis Lay, MA
2005 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)Era reformasi yang ditandai dengan UU No.22 tahun 1999 dan UU No.43 Tahun 2004 membawa harapan akan tumbuhnya demokrasi lokal di desa. Salah satunya adalah dengan kehadiran ruang publik yang bisa menjadi sarana transformasi pikiran, ide an pendapat antara warga. RT/RW (Rukun Tetangga/Rukun Warga) yang selama masa Orde Baru dijadikan kepanjangan tangan pemerintah dengan melakukan pengawasan pada aktivitas individu masyarakat desa, kini bisa menjadi alternatif sebagai ruang pub lik. Dalam ruang publik inilah semua anggota masyarakat memiliki hak politik sama untuk menyampaikan suara dan pikirannya. Selain itu masyarakat dapat merumuskan bersama kepentingan mereka. Sehingga kebijakan-kebijakan yang dihasilkan di tingkat lokal merupakan kesepakatan bersama, sehingga walaupun RT/RW merupakan lembaga ciptaan pemerintah, namun setelah era reformasi memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Dari peran-peran yang dijalankan RT/RW terlihat berkurangnya dominasi negara pada masyarakat. Seperti pada proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan, peran masyarakat lebih dominan. RT/RW dapat menampung partisipasi masyarakat, dengan partisipasi masyarakat melalui ruang publik akan menjadi suatu proses pemberdayaan masyarakat.
Reformation era that is signed by UU No. 22 Years 1999 and UU No. 34 Tahun 2004 bring a hope that will make the democration grow in the village. One of them are publik space presence can be transformation medium of thought, idea and opinion among citizen. RT/RW (Rukun Tetangga/Rukun Warga) when Orde baru was become one of government accomplice, they would supervise all of village individu aktivies. Now can be an alternative as publik space. In this publik space, all of citizen has some politic right for carrying their opinion. Bende that the citizen can formulate together their imprtance. So the wisdom is producted by their agreement. Althought RT/RW is one of institutions which is made by government, neverrthless after reformation era have autonomy more than before. Everything what RT/RW do now government domination decreased. Such as in wisdoms productions and wisdoms realization. Citizen is more dominant, so RT/RW can take their participation through publik space so will become deceive lokal people proses.
Kata Kunci : Politik Desa,Demokrasi Lokal,Publik space, participation and people deceive