Otonomi politik pemilih perempuan dalam pemilihan umum legislatif tahun 2004 :: STudi perilaku memilih di SUrakarta
DAMAYANTI, Christy, Dr. Partini SU
2006 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perempuan pemilih yang menjalani sosialisasi politiknya dalam masyarakat yang memiliki budaya Jawa yang patriarkhis , mampu menggunakan hak politiknya dalam pemilihan umum legislatif dengan otonom. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, yang menggunakan wawancara mendalam kepada informan yang dipilih berdasarkan kriteria terdaftar sebagai pemilih dalam pemilihan umum legislatif tahun 2004 di Kota Surakarta, telah menikah, berpendidikan minimal SLTA, dan memiliki pekerjaan. Selain itu dipilih juga informan yang tidak bekerja, sebagai pembanding. Indikator otonomi politik dilihat melalui kemampuan informan membatasi pengaruh ekternal, kemampuan informan menentukan pilihan sesuai selera dan kepentingannya, keberanian informan menghadapi resiko atas keputusannya melalui hak pilih, dan pertimbanganpertimbangan individual dalam menentukan pilihannya dalam pemilihan umum legislatif. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa pemilih perempuan di lokasi penelitian melakukan partisipasi dalam pemilu legislatif tahun 2004 lebih sebagai kewajiban terhadap pemerintah dan negara. Minimnya sosialisasi politik oleh partai politik, organisasi perempuan, dan pemerintah, kepada pemilih perempuan, untuk mengangkat isu otonomi politik pemilih perempuan mengkondisikan perempuan pada budaya politik subyek (kawula). Faktor-faktor yang mempengaruhi otonomi politik pemilih perempuan adalah faktor kultural , dimana perempuan tidak mampu membatasi pengaruh eksternal karena proses sosialisasi politik yang didominasi nilai-nilai budaya Jawa seperti pandangan bahwa negara adalah perluasan dari keluarga , yang menempatkan lakilaki (suami) sebagai pemegang otoritas dalam rumah tangga , sementara istri (ibu) menanggung beban sosio kultural sebagai pemelihara nilai-nilai moral. Ini juga berakibat pada kurangnya keberanian perempuan untuk menunjukkan perilaku yang berbeda dengan nilai dalam masyarakat, serta ketidakmampuan perempuan mengenali kebutuhan politik dan permasalahan politiknya. Faktor struktural yang mempengaruhi otonomi politik pemilih perempuan adalah diskriminasi dalam informasi dan akses politik yang menyebabkan rendahnya kecerdasan politik perempuan, budaya politik subyek yang ada pada masyarakat, dan profesi/ pekerjaan suami.
The research aimed to find out whether woman lifes in the society with patriarchis Javanese culture, has autonomy in used their political right in general election held ini 2004 and to find out influencial factors to woman autonomy. This is descriptive – qualitative research and used depth interview method with many informans was chosen based on criteria that she was registered as a voters in general election in Surakarta. We used social psychology paradigm and the indicators : - capability informan to restrict external influence,- capability to determine her selection, appropriate with her interest, - her courage to face the risk of her choice, - individual considerations when made a choice in general election. The result of this research that woman voters in research location did their participation in general election in perception that participation in election is an obligation to the government and state. Minimum political socialization programs by political parties, woman organizations, and official institutions for woman voters, caused woman voters in subject political culture (budaya kawula ). Socio -cultural factors influenced woman voters political autonomy in Surakarta : sexual discrimination caused by patriarchis culture in politics and familianisme ideology in Javanese culture.
Kata Kunci : Pemilu 2004,Perilaku Memilih,Perempuan, political autonomy, political socializatio n, Javanese culture