The Convergence of Science and Islam in terms of global and local paradigms
MUSLIM, Zahara, Dr. Zainal Abidin Bagir, MA
2005 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan AgamaSuatu studi awal pustaka mutakhir menampilkan wajah sains dan agama yang mirip. Sains bersumberkan kemampuan manusia memanfaatkan kecerdasan (inteligensi ) dan emosi ( rasa ) mereka untuk mencapai dan menikmati dambaan duniawi mereka. Agama yang bersumberkan pada kemampuan spiritual, inteligensi dan emosi umat manusia membimbing mereka untuk mencapai dambaan spiritual serta duniawinya menyusuri kehidupan yang optimal. Dengan sains dan agama, dua tuntunan kehidupan yang saling mendukung, manusia akan mampu mengelola sebaik-baiknya potensi “ruang-waktu-materi†dan anugerah lain dari Tuhan sebagai Al Khaliknya. Penelitian dimulai dengan elaborasi sinergis telaah-telaah yang dilakukan oleh sains dan agama mengenai tujuan mereka, paradigma sebagai landasan, metodologi serta berbagai implikasi yang muncul. Hasil-hasil telaah itu sedikit-banyak meyakinkan sebagian umat yang arif (mendapat hidayah) bahwa Agama Islam dan Sains secara berdampingan serasi sebagai tuntunan hidup yang mengantarkan manusia ke kehidupan penuh rahmat yang lebih bermakna, bermanfaat dan diridlai Allah, meliputi aspek jasmani maupun ruhani. Penelitian selanjutnya ditujukan kepada hasil-hasil upaya ilmuwan dalam menampilkan konsep-konsep dasar dalam sains, peranan, visi dan misi fisika sebagai pionir sains dasar serta paradigma sebagai alat penelitian dan penyebar-luasan fisika, meliputi paradigma global dan maupun paradigma lokal. Contoh paradigma global adalah Unifikasi, Simetri, dan Optimalisai ( USO ), yang wilayahnya tak bergantung pada kerangka ruangwaktu daerah berlakunya. Paradigma lokal mengenai ruang-waktu-materi secara makro awalnya dibangun oleh Newton dan direvisi oleh Einstein. Untuk sistem materi mikro, muncul kemudian paradigma Fisika Kuantum dengan substansi yang jauh berbeda. Paradigma relativitas Einstein dan Fisika Kuantum sebagai dua sokoguru Fisika Modern ditampilkan telaahnya secara ringkas namun komprehensif dan argumentatif. Keduanya bermanfaat guna memecahkan berbagai permasalahan fisika mutakhir yang berkaitan dengan gejalagejala alam semesta kontemporer berskala paling besar sampai ke yang paling kecil. Kemiripan paradigmatik ditunjukkan juga berlaku bagi pandangan Kauniyah Islamiah yang mencuat dari sejumlah ayat-ayat Al Qur’ān dengan padann temuannya menurut kajian fisika. Kehadiran konvergensi dan keserasian “kebenaran†sains degan “kebenaran†Qur’ani bagi paradigma lokal bergantung pada wilayah permasalahan yang ditinjau. Konvergensi itu terdeteksi ada jika permasalahan itu telah dipecahkan secara meyakinkan dalam Fisika, tetai jika itu belum terjadi misalnya saja yang terkait dengan implementasi Teori Kuantum Graviti yang belum tuntas pada tercipta dan kiamatnya alam semesta, kehadiran konvergensi masih belum teramati. Namun dalam situasi ini, kita dapat memanfaatkan kandungan ayat-ayat Al Qur’ān sebagai petunjuk penerahan dalam menemukan teori yang cocok bagi Gravitasi Kuantum..
A preliminary study has been carried out on current literature exposes the general feature of Science emerging from Intelligence and Emotional human power to satisfy humans of their worldly craving, and Religion emerging from human spiritual, intelligence and emotional power to lead their spiritual as well as worldly life along optimal paths, both in managing their “space-time-matter†potential and other gifts bestowed by God as their Creator. It is started by synergic elaborate investigation of both world-views concerning their goals, paradigms, methodologies and impacts. The results of this investigation partly convince us that Islamic Religion and Science are mutually compatible world view which can lead human life to more meaningful, useful and blessful endeavour, physically and spiritually. The investigation proceeds on human scientific endeavour by exposing the basic concepts in science, the role, vision and mission of physics as the pioneer of basic sciences and its paradigms as tools of investigation and dissemination in physics, incorporating the global ones such as the Unification, Symmetry, and Optimization (USO), as well as the local ones depending on space-time frame of their validity, such as the Newtonian and Einstein Space-time-Matter Paradigms as well as the Quantum Physics paradigms which are inherently different. Compact but comprehensive exposures of Einstein and Quantum Physics paradigms as two pillars of Modern Physics in their essential issues are presented using modern physics analysis, A similar paradigmatical similarity is shown to exist in religious Islamic world-view emerging from several Qur’ānic verses with their scientific counterparts. The existence of convergence and compatibility of science truth and Islamic truth based on local paradigms depends on the local paradigms and the issues considered. It is affirmative in the case of the issues have been solved satisfactorily in Physics, but for issues which have not been solved convincingly in Physics such as those requiring the implementation of the unfinished Quantum Gravity needed to unravel the mystery of the birth of the Universe, the presence of convergence is unsettled yet. In this situation, however, we can use the wisdom which emerges from Al Qur’ān as an enlightening guide to lead the search for the correct theory of the Quantum Gravity.
Kata Kunci : Islam dan Sains, Paradigma, Fisika Modern, science, Islam, convergence, Modern Physics, paradigm, USO, Quantum Gravity.