Perubahan penggunaan lahan dan sosial budaya dari pertanian ke non pertanian di Kotagede Yogyakarta
KUSUMAYANI, Ika, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganKotagede termasuk kategori daerah fringe yang menjadi daerah sasaran perkembangan kota. Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengetahui wujud perubahan penggunaan lahan dari pertanian ke non pertanian; kedua, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan; ketiga, mempelajari wujud sosial budaya, dalam hal ini mereka yang sebelumnya bertani. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Rejowinangun Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survai lapangan dan wawancara kepada petani, aparat terkait dan tokoh masyarakat. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian di Kotagede antara tahun 2001 sampai dengan 2004 didominasi untuk lahan pemukiman penduduk. Ada empat faktor yang mempengaruhi perubahan lahan pertanian ke non pertanian di Kotagede. Faktorfaktor tersebut adalah: (1) pertambuhan penduduk; (2) kegiatan pertanian di Kotagede dipandang tidak lagi menguntungkan secara ekonomi; (3) meningkatnya harga tanah; (4) terbukanya kesempatan kerja non pertanian. Penelitian ini juga merumuskan bahwa saat ini banyak penduduk yang pekerjaan bertaninya hanya merupakan pekerjaan sambilan. Meskipun demikian terdapat indikasi secara umum bahwa status sosial ekonomi penduduk meningkat. Penelitian ini merekomendasikan penataan ruang yang lebih baik untuk mengkonservasi lahanlahan pertanian yang ada.
Kotagede is an urban fringe area which was become an object for urban growth. The purposes of this research are first, to identity the land use change from agricultural to non agricultural activity; second, to identity the affecting factors to the land use change; third, to study the socio-cultural condition, that is who before farm. This research was carried out in Rejowinangun, part of Kotagede subdistrict in Yogyakarta. Data and information was obtained through survey and interview with farmers, related governent apparatus and community leaders. While secondary datas were obtained from governent offices. Datas were the analyzed trough descriptive evaluative method. The research showed that the land use change in Kotagede from 2001 to 2004 was merely from agricultural use into housing. Four factors affecting the transformation from agricultural to non agricultural use at Kotagede. The factors are: (1) population growth; (2) The farming activity in Kotagede is not economically feasible; (3) more expensive price of land; (4) opportunities for working in non agricultural sectors. This Research also found that most farmers in Kotagede seen their activities as non-permanent job. Howover, this research indicates that there is an improvement of the socio-economic conditions of people in the study area. This research recommends better land use planning for Kotagede.
Kata Kunci : Lingkungan,Perubahan Penggunaan Lahan,Sosial Budaya Masyarakat,land use change, socio cultural, farm