Kajian kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir dan batu di Desa Waeheru Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon
LATUPONO, Said, Dr. Suratman Worosuprodjo, MSc
2005 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan LingkungaTujuan penelitian ini adalah : (1) mengkaji tingkat kerusakan lingkungan geofisik; dan (2) menentukan faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi aktivitas penambangan atau tingkat kerusakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat kerusakan lingkungan fisik. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dan klasifikasi wilayah sampel ditentukan dengan metode stratified sampling. Kerusakan lingkungan fisik ditentukan dengan cara pemberian skor pada variabel-variabel penentu kerusakan. Variabel-variabel penentu kerusakan pada daerah perbukitan dan dataran masing-masing sebanyak 12 variabel, dan daerah sungai 6 variabel. Pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap kerusakan lingkungan fisik menggunakan analisis regresi linier berganda. Responden ditentukan secara sensus dari lokasi sampling dan pengumpulan data dari responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan penambangan telah menyebabkan kerusakan lingkungan fisik dengan klasifikasi sebagai tingkat kerusakan berat dan sedang. Tingkat kerusakan berat terdapat di lokasi perbukitan dengan jumlah nilai/skor 28. Tingkat kerusaan sedang terdapat di lokasi dataran dan sungai dengan jumlah skor masing-masing 21 untuk lokasi dataran dan skor 12 untuk lokasi sungai. faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi tingkat kerusakan lingkungan fisik meliputi, pengalaman penambang, partisipasi anggota keluarga, pendapatan sampingan, dan lama menambang. Peran tingkat pendidikan penambang terhadap tingkat kerusakan lingkungan bervariasi, dimana kerusakan lingkuangan fisik tertinggi dihasilkan oleh penambang dengan tingkat pendidikan SD dan SMP. Korelasi antara tingkat kerusakan lingkungan fisik dengan tingkat pendapatan penambang sangat tinggi. Tingkat korelasi mencapai 0,9997 di daerah bukut dan 1,00 di daerah dataran dan sungai
The object4es of this research were : (1) investigate geophysics environmental; and (2) to determine socio-economic factors that to affect mining act4ity or geophysics environmental damage. This research use statistic descript4e method. Research area decided by purposive and classification of sampling area decided by stratified sampling method. Level of environmental damage valued by scoring of damage determinant variabels. Damage determinant variabels at the hill and flat areas include 10 variabels, and river area include 6 determinant variabels. Effect of Socio-economic factors to damage of phisics environmental use regressiona analysis. Responden decided by census method of sampling area and data collecting of responden use kuesioner. The result of this research showed that mining activity has caused environmental damage that classified generally as middle damage, where damage score of hill area is 28, flat area is 21, and river area is 12. Socio-economic factors that affect geophysics environmental damage were experience of miner, household participant, miner income of mining outside, and mining long. The role of miner’s education level to geophysics environmental damage where variably, where highest of geophysics environmental damage cause by miner with education level SD and SMP. Correlation between level of geophysics environmental damage and income level of miner was very high. Correlation level reach 0,999 in the hill area and 1,00 in the flat area and river area.
Kata Kunci : Kerusakan Lingkungan,Penambangan Pasir dan Batu,Mining, Physical Environmental, Socio-Economic