Pengaruh faktor Distress Risk dalam menjelaskan efek anomali momentum
SUTEJO, Bertha Silvia, Dr. Erni Ekawati, MSA.,MBA
2006 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efek anomali momentum dan mengkaitkannya dengan faktor risiko yang diukur dengan distress risk. Penelitian ini juga menguji perbedaan pengaruh distress risk terhadap efek momentum pada kondisi pasar bullish dan pasar bearish, serta menyediakan secara tidak langsung bukti empiris untuk pengujian EMH (Efficient Market Hypothesis) di Indonesia. Rata-rata sampel perusahaan yang digunakan setiap tahun adalah 92 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode Juli 1992 – Juli 2003. Data diseleksi menggunakan purposive sampling. Portofolio dibentuk berdasarkan beta, size, B/M, dan direbalance tiap tahun. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) pengujian tidak memberikan dukungan untuk hipotesis yang menyatakan distress risk dapat menjelaskan efek anomali momentum dalam return saham, (2) pengujian juga tidak memberikan dukungan terhadap hipotesis yang menyatakan terdapat perbedaan pengaruh distress risk terhadap efek momentum pada kondisi pasar bullish atau pasar bearish. Peneltian ini justru menemukan hasil yang menunjukkan bahwa adanya variabel distress risk dan momentum pada persamaan pricing membuat variabel size dan B/M berpengaruh positif terhadap return saham saat kondisi pasar bullish dan berpengaruh negatif terhadap return saham saat kondisi pasar bearish. Koefisien size tidak berubah pada kondisi bearish ketika momentum dan distress risk dimasukkan dalam persamaan pricing. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini juga terpenuhi.
This study intends to identify the effect of momentum anomaly and relate with distress risk . This study also examines the difference effect market on potential relationship between momentum and distress risk and prepare indirect empirical evidence EMH in Indonesian. Average sample consist of 92 manufacturing companies per year and listed in Jakarta Stock Exchange from July 1992 – June 2003. Data was selected using purposive sampling. Portfolio formed on beta, size, and B/M ratio. The statistic method used to test the hypothesis was regression analysis. The study results were as follows: first, the result provide no support for the hypothesis that the distress risk can explain momentum effect in stock return; second, the result also provide no support for the hypothesis that no different influence on potential relationship between momentum and distress risk at bullish market or bearish market. The studies found that at bullish market, distress risk and momentum make the size and B/M have a positive relationship with stock return. But at bearish market, distress risk and momentum make size and B/M have a negative relationship with stock return.
Kata Kunci : Manajemen Investasi,Anomali Momentum,Distress Risk, Distress Risk, Momentum Effect, Bullish Market, Bearish Market, and EMH (Efficient Market Hypothesis