Laporkan Masalah

Motivasi, perasaan lelah, waktu reaksi, dan kepuasan kerja perawat Rumah Sakit Jiwa daerah Dr. RM. Soedjarwadi, Klaten

WAHYUNI, Ida, Hendarto Budiyono, SMI,MM

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dimana para pegawai memandang pekerjaannya. Kepuasan kerja merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan dalam hubungannya dengan produktivitas kerja dan tujuan organisasi yang akan dicapai. Meningkatnya kepuasan kerja akan meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja serta menurunnya tingkat keterlambatan, ketidakhadiran, dan turn over pegawai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara motivasi, perasaan lelah, dan rerata waktu reaksi dengan kepuasan kerja perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di RSJD. Dr. RM. Soedjarwadi Klaten yang dibatasi dengan kriteria inklusi tertentu, dan dihasilkan sampel sebanyak 50 orang perawat. Variabel bebas adalah motivasi, perasaan lelah, dan rerata waktu reaksi; variabel terikat adalah kepuasan kerja. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Program Statistik SPS-2000 dari Hadi dan Pamardiningsih. Hasil analisis regresi antara motivasi, perasaan lelah, dan rerata waktu reaksi dengan kepuasan kerja menunjukkan terdapat hubungan yang sangat signifikan secara bersama-sama (p=0,000). Namun dari hasil analisis regresi dengan koefisien korelasi parsial, hanya variabel motivasi yang menunjukkan hubungan bermakna (p=0,000), sedangkan variabel perasaan lelah dan rerata waktu reaksi menunjukkan hubungan yang tidak bermakna (p=0,583 dan p=0,675). Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi perawat bermakna dalam mempengaruhi tinggi rendahnya kepuasan kerja, semakin tinggi motivasi kerja maka semakin tinggi pula kepuasan kerja yang dirasakan perawat. Perasaan lelah dan waktu reaksi perawat tidak bermakna dalam mempengaruhi tinggi rendahnya kepuasan kerja. Tinggi atau rendahnya perasaan lelah dan waktu reaksi tidak menentukan tinggi atau rendahnya kepuasan kerja.

Job satisfaction is the way an employee feels about his or her job. Job satisfaction is an important issue that deserves attention in relation to productivity and organization objective. The objective of the study is to assess relationship between motivation and fatigue (feelings of fatigue and reaction time) to job satisfaction among nurses at the Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Hospital. This study was a nonexperimental study with cross-sectional method. Population in this study was the nurse at the RSJD. Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Hospital. Independent variables were motivation, feelings of fatigue, and mean of reaction time; dependent variable was the job satisfaction. This study used regression analysis of SPS-2000 Hadi and Pamardiningsih. The results of regression analysis between motivation, feelings of fatigue, and mean of reaction time to wards job satisfaction indicated that there was a relationship with 0,000 significance. The results of regression analysis with coefficient of partial correlation, only variable of motivation that indicated relationship (p=0,000), but variables feelings of fatigue and mean of reaction time that indicated not significant relationship (p=0,583 and p=0,675). Conclusion of this stud y was motivation perceptioned of nurse influenced job satisfaction was statistically significant. Fatigue was perceptioned of nurse not significant at influenced job satisfaction

Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Kelelahan,Kepuasan Kerja,motivation, fatigue, satisfaction, nurse

  1. S2-PAS-2005-Ida_Wahyuni-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2005-Ida_Wahyuni-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2005-Ida_Wahyuni-TableofContent.pdf  
  4. S2-PAS-2005-Ida_Wahyuni-Title.pdf