Laporkan Masalah

Perilaku pencarian pengobatan keluhan dysmenorrhea pada remaja di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah

SULASTRI, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,Sp.OG.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kesehatan Ibu dan An

Latar Belakang: Dysmenorrhea merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dikeluhkan remaja putri. Kejadian dysmenorrhea sekitar 85,0 persen. Dysmenorrhea tersebut dapat berdampak pada aktifitas remaja sehari-hari, sehingga mengganggu produktifitas sekolah. Perilaku pencarian pengobatan untuk mengatasi dysmenorrhea di lakukan dengan cara pengobatan kesehatan, pengobatan tradisional, istirahat dan berobat sendiri dengan mengkonsumsi obat anti sakit yang dijual bebas tanpa konsultasi dengan dokter. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara keluhan dysmenorrhea pada remaja dengan perilaku pencarian pengobatan di Kabupaten Purworejo Metodologi penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan rancangan Cross Sectional study, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Purworejo. Subjek penelitian adalah remaja putri usia 12-17 tahun, remaja yang sudah menarche. Besar sampel 82 orang. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji chi – square dan pemodelan regresi logistik. Hasil: Analisis bivariabel terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat keluhan dysmenorrhea dengan perilaku pencarian pengobatan (P<0,05). Variabel pendidikan memberikan kontribusi cukup besar terhadap perilaku pencarian pengobatan. Untuk mengatasi keluhan dysmenorrhea yang sering dilakukan remaja adalah pengobatan ke non nakes. Akibat keluhan dysmenorrhea akan berdamapak pada gangguan aktifitas sehari-hari. Sehingga menyebabkan absen sekolah < 3 hari. Kesimpulan: Hampir semua remaja di Purworejo mencari pengobatan ke non nakes, cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara minum jamu dan istirahat/mendiamkan. Tingkat keluhan dysmenorrhea bila diuji bersama dengan variabel lain tidak dominan pengaruhnya terhadap perilaku pencarian pengobatan. Kekuatannya menjadi lemah dengan adanya variabel luar.

Background: Dysmenorrhea is a reproductive health problem that occur mostly among teenager with percentage of 85.0%. It effects on their daily activities including their school performance. Various effort are done by teenager to overcome the problem such as visiting health facility, taking a traditional medication, consuming painless pills which can be bought at shop without any prescription. Objective: To identify the association between dysmenorrhae grievance disorder with health seeking behaviour among teenager at Purworejo district. Method: A cross-sectional study design with qualitative and quantitative approaches were used in this study. Number of 28 female 12-17 years old were recruited in this study. Data was analyzed quantitatively using chisquare test and logistic regression. Result: Bivariable analysis showed significant result between Dysmenorrhea grievance disorder and health seeking behaviour (p<0.05). A multivariate analysis with 6 models logistic regression level of dysmenorrhea grievance does not have a strong influence on health seeking behaviour. Conclusion: Level of Dysmenorrhea grievance disorder ha a significant association with health seeking behaviour. A multivariate analysis demonstrates a different result. Most teenager tend to go to non-paramedic and consuming traditional beverages and take a rest were the most frequent way to overcome the problem.

Kata Kunci : Kesehatan Ibu dan Anak,Perilaku Kesehatan,Remaja,Dysmenorrhea, dysmenorrhea, teenager, health seeking behaviour


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.