Kedudukan wanita dalam hukum kewarisan Islam :: Upaya reaktualisasi pembagian waris bagi wanita
NASUTION, Natama Marina, Prof.Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH.,MH
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Kenotariatan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedudukan wanita dalam hukum waris Islam sebagai upaya reaktualisasi pembagian waris bagi wanita. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai kedudukan wanita dalam hukum waris Islam dan reaktualisasi bagian wanita dalam hukum waris Islam ditinjau dari prinsip keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan metode pendekatan yuridis normatif. Kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif Seringkali diperbincangkan bahwa hukum waris Islam mengabaikan kedudukan wanita. Pendapat ini diperkuat dengan merujuk pada ketentuan bahwa bagian waris untuk wanita hanya separuh bagian dari ahli waris laki-laki. Ketentuan ini kemudian dianggap menggambarkan tidak adanya persamaan kedudukan antara laki-laki dengan wanita dalam hukum Islam serta melukiskan ketidakadilan dalam hukum waris Islam. Kemudian berkembang persepsi bahwa konsep hukum waris Islam hanya di terima secara idealita, akan tetapi tidak dipraktikkan dalam realita. Pandangan ini berakhir dengan tuntutan untuk melakukan perubahan dalam hukum waris agar dapat beradaptasi dengan perkembangan kehidupan sosial kemasyarakatan. Bahwa dalam konsep hukum Islam, hukum dihubungkan dengan kehendak Tuhan dan hukum bertujuan untuk mengatur masyarakat agar tercipta kemaslahatan, bukan sebaliknya diatur oleh masyarakat. Hukum Islam merupakan landasan dalam mengatur perubahan sosial dalam masyarakat agar tetap sesuai dengan nilai-nilai ideal Islam. Untuk memahami ketentuan hukum waris Islam haruslah memandang secara menyeluruh bagaimana konsepsi Islam tentang Tuhan, alam semesta, dan manusia (terkhusus pandangan mengenai kedudukan laki-laki dan wanita). Penafsiran yang dilakukan secara parsial tanpa memperhatikan integralisme hukum Islam akan melahirkan kesalahpahaman dalam menilai dan kekeliruan dalam mengartikan ketentuan dalam hukum Islam. Termasuk dalam ini pandangan Islam tentang waris, khususnya menyangkut kedudukan dan hak wanita dalam hukum waris Islam. Hukum waris Islam yang telah ditetapkan dalam Al Quran merupakan aturan yang diciptakan untuk mengatur kehidupan masyarakat agar senatiasa terjaga keseimbangan dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat dan berakhir pada terwujudnya kemaslahatan umat di dunia dan akhirat.
The research aims to investigate woman’s position in Islamic Inheritance Law as an effort to reactualize legacy share for woman. It addresses issues concerning woman’s position in Islamic Inheritance Law and reactualization of woman’s legacy share viewed from the fairness principle. It conducts library research by applying juridical normative approach. It analyses data in descriptive and qualitative method. Islamic Inheritance Law receives negative perception as it is considered to have neglected woman’s position. This opinion forms by referring to the regulation that woman receives only a half of man’s legacy share. This regulation is misunderstood as reflecting inequality between man and woman before the Islamic law, as well as injustice in Islamic Inheritance law. The opinion develops further that Islamic Inheritance law is supposed to be accepted as ideal not to be implemented in reality. This perception embarks on a demand to amend the law in order to adjust it with the change of social life. According to the Legal Concept in Islam, law is connected with God’s will and it aims to direct humankind to achieve benefits; it is not subject to human’s power. Islamic Law serves as a base for guiding social change to be in line with Islamic ideal values. Comprehension on Islamic Inheritance Law requires a comprehensive understanding on the Islamic conceptions of God, universe, and humankind (especially in relation with man’s and woman’s position). Partial interpretation neglecting integralism of Islamic law brings only misunderstanding, and mistake in judging and interpreting the regulation of Islamic law. This includes misunderstanding on the Islamic perspective on inheritance, especially on man’s and woman’s position and rights before the inheritance law. Islamic inheritance law as stipulated in the Quran is intended to regulate social life to keep the balance in the dynamic of social life, and reach benefits both in life and hereafter.
Kata Kunci : Hukum Warisan, Wanita, Woman, Islamic Inheritance Law, Reactualize.