Analisis spasial dan potensi industri kecil dan kerajinan rumah tangga di Pulau SUmatera tahun 1999 dan tahun 2002
NAZIPAWATI, Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc
2006 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi kluster, perbedaan antarkluster, subsektor-subsektor unggulan IKRT dan faktor-faktor penentu suatu daerah diklasifikasikan sebagai sentra industri dan non-sentra industri pada IKRT di Sumatera tahun 1999 dan 2002. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa data kerat silang IKRT di pulau Sumatera ISIC 2 digit, yang bersumber dari database Survei Usaha Terintegrasi (SUSI) tahun 1999 dan 2002, yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Alat Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, SIG, korelasi Pearson dan Spearman Rank, Indeks Divergensi Regional Krugman, Static dan Dynamic Location Quotient serta analisis diskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kluster utama pada tahun 1999 adalah di daerah OKU-Lampung Barat-Tanggamus, Asahan-Deli Serdang, Palembang, sedangkan pada tahun 2002 adalah di daerah Tanggamus, Musi Banyuasin, Indragiri Hilir, Asahan. Berdasarkan hasil Indeks Krugman bahwa perbedaan antarkluster ditunjukkan oleh adanya perbedaan struktur industri antara kluster OKU-Lampung Barat-Tanggamus dan Palembang pada tahun 1999 jika dilihat dari tenaga kerja, tetapi jika dilihat dari nilai tambah tidak ada perbedaan antarkluster. Antara semua kluster dengan kluster Indragiri Hilir, jika dilihat dari tenaga kerja dan nillai tambah berbeda struktur industri pada tahun 2002 dan pada tahun yang sama, kluster Musi Banyuasin berbeda struktur industri dengan kluster Asahan jika dilihat dari tenaga kerja. Sebagian besar kabupaten/kota di pulau Sumatera mempunyai subsektor unggulan pada ISIC 31, ISIC 33, ISIC 36 dan ISIC 38. Faktor penentu suatu daerah diklasifikasikan sebagai sentra dan non-sentra industri yang diidentifikasi dengan analisis diskriminan, hasilnya menunjukkan bahwa prediktor terbaik adalah skala ekonomi, diikuti oleh upah rata-rata, produktivitas tenaga kerja, proporsi bapak angkat dan proporsi tenaga kerja keluarga.
The purposes of this research are to identificate of clusters location, the distinction of interclusters, leading subsectors of small and cottage industries and determinant factors of a region is classificationed as industrial district and non industrial district. Used data is secunder data, i.e cross section data in ISIC 2 digit form of small and cottage industries in Sumatera island, source of data from database of Integrated Business Survey on 1999 and 2002 which released by BPS. Used analysis tools are descriptif statistic, Geographic Information System (GIS), Pearson and Spearman Rank correlations, Krugman Regional Divergency Index, Static and Dynamic Loction Quotient and discriminant analysis. The results of this research show that location of main clusters on 1999 are in regions of Ogan Komering Ulu-Lampung Barat-Tanggamus, Asahan-Deli Serdang and Palembang, while on 2002 its are in regions of Tanggamus, Musi Banyasin, Indragiri Hilir and Asahan. Based on Krugman’s Index result that the distinction of interclusters showed by existence of distinction of industrial structure between cluster of Ogan Komering Ulu-Lampung Barat-Tanggamus and cluster of Palembang on 1999 if we see from employment, but if we see from value added no distinction of interclusters. Between all clusters and cluster of Indragiri Hilir if we see from employment and value added have a distinction of industrial structure on 2002 and at the same year, cluster of Musi Banyuasin and cluster of Asahan have a distinction industrial structure if we see from employment. Mainly of kabupaten/kota in Sumatera island have leading subsectors of ISIC 31, ISIC 33, ISIC 36 and ISIC 38. Determinant factors of a region is classificationed as industrial district and non industrial district that identified by discriminant analysis, the result suggests that the best predictors are economic of scale, followed by average wages, productivity of labor, proportion of foster father and proportion of family worker.
Kata Kunci : Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga,Lokasi Kluster