Pola dan determinan perdagangan intra-industri Indonesia dengan 12 negara Asia Pasifik :: Hipotesa Country dan Industry Specific
WIDIHASTUTI, Retno, Dr. Soeratno, M.Ec
2006 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat perdagangan intraindustry di Indonesia pada kelompok industri dan kelompok negara dan menguji determinan perdagangan intraâ€industri tersebut secara empiris. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan estimasi panel data untuk membuat penilaian secara umum mengenai perdagangan intraindustri di Indonesia dengan 12 negara Asia Pasifik serta variabelâ€variabel yang mempengaruhinya. Analisa ini diterapkan pada produk ekspor industri manufaktur berdasarkan Standard International Trade Classification (SITC) dan International Standard Industrial Classification (ISIC) untuk data tahun 1999 sampai 2001. Dari hasil estimasi, diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: pertama, intensitas perdagangan intraâ€industri Indonesia masih relatif rendah. Kedua, komoditas yang memiliki indeks perdagangan intraâ€industri tinggi secara konsisten pada periode 1999â€2001 hanya 52 komoditi dari 158 komoditi industri manufaktur Indonesia. Ketiga, analisis ekonometrik atas perdagangan intraâ€industri Indonesia dengan pendekatan industry specific dan country specific menghasilkan kesimpulan yang relatif sama dengan hipotesis yang dibangun oleh beberapa pakar ekonomi sebelumnya.
The purpose of this study is to measure the intraâ€industry tade level for various industry and country groups for Indonesia and to test the determinants of these calculated empirically. This research used descriptive method and panel data analysis to obtain general conclusion about intraâ€industry trade between Indonesia and 12 Asia Pasific countries and the determinant of intraâ€industry trade levels. This analysis is applied for exported product of manufacture industry based on Standard International Trade Classification (SITC) and International Standard Industrial Classification (ISIC) from 1999 up to 2001. The empirical result give some conclusions. First, the intensity of intraindustry trade in indonesia is still low. Secondly, there are only 53 commodities of 158 commodities that high IIT index in periode 1999â€2001. Third, econometric analysis to intraâ€industry trade in Indonesia are determined by different factors by industry and country specific approach as expected.
Kata Kunci : Perdagangan Internasional,Intra Industri,Indonesia dan Asia PasifikIntra industry trade, manufacture industry, Indonesia’s trade