Laporkan Masalah

Evaluasi lahan untuk tata guna lahan di kawasan resapan air sumber air Batu Gajah Kota Ambon

SIAHAYA, Ludia, Dr.Ir. H. Haryono Supriyo

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian pada kawasan resapan air sumber air Batu Gajah Kota Ambon ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan lahan kawasan resapan air sumber air Batu Gajah, kesesuaian lahan aktual di kawasan resapan air ini dan model penatagunaan lahannya. Penelitian ini dilakukan dari Pebruari sampai Maret 2005 pada satuan lahansatuan lahan hasil tumpang susun peta kawasan resapan air ini, peta Topografi dan peta Geologi. Sampel tanah di lapangan ditentukan dengan metode survei bebas (Free Survei) dan Compositing Sampling. Hasil analisis tanah dan data iklim (temperatur dan curah hujan) dicocokkan dengan kriteria klasifikasi kemampuan lahan dan kebutuhan tumbuh tanaman untuk mengetahui kelas kemampuan lahan dan kelas kesesuaian lahan aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 kelas kemampuan lahan, yaitu kelas kemampuan lahan II (1,50%), IV (25,31%), VI (18,54%), VII (24,92%), dan VIII (29,73% dari luas kawasan). Hasil matching untuk kelas kesesuaian lahan aktual menunjukkan bahwa jenis tanaman yang sesuai untuk kelas kemampuan lahan II adalah Mahoni, Damar, Sengon, Akasia, Eucaliptus, Kayu Putih, Pinus (jenis tanaman Kehu-tanan); Kelapa, Karet, Kakao, Kopi, Cengkeh (jenis tanaman Perkebunan), Jagung, Kacang tanah, Ubi jalar dan Talas (jenis tanaman Pertanian); untuk kelas kemampuan lahan IV Mahoni, Damar, Sengon, Akasia, Eucaliptus, Kayu Putih, Pinus (jenis tanaman Kehutanan), Karet, Kopi, Cengkeh (jenis tanaman Perkebunan); untuk kelas kemampuan lahan VI Kayu Putih dan Pinus; untuk kelas kemampuan lahan VII Kayu Putih dan untuk kelas kemampuan lahan VIII tidak ada yang sesuai. Penggunaan lahan yang baik untuk kawasan ini adalah hutan lindung (kawasan dengan kemiringan lereng > 40% dan kawasan dengan jenis tanah Litosol pada kemiringan >15%), Agroforestri (kawasan dengan kemiringan < 40% sampai 8%) dan Kebun campuran (kawasan dengan kemiringan < 8%). Selain itu dengan menggunakan sistem Hutan Rakyat yang mengembangkan jenis-jenis tanaman hasil matching dan jenis yang ada tumbuh di kawasan ini, seperti Lenggua, Nangka, Sukun, Jambu mete, Alpukat, Langsat, Gandaria, Durian, Mangga, Kedondong, Pisang, Pepaya dan jenis penutup tanah.

Research at Batu Gajah catchment area of Ambon City was aimed to investigate about land capability at Batu Gajah catchment area, current land suitability at the catchment area and landuse model. The research was done from February till March 2005 at land units, its result from overlay of the catchment area, topography and Geology map. Determining soil samples at field were done with free survey method and compositing sampling. The result of soil analysies and climate data (temperature and rainfall) was matched with criteria of land capability classification and growth needs of plant to get land capability classes and current land suitability classes. The reseach result showed that there were five classes of land capability at these areas, i.e land capability II (1,50%), IV (25,31%), VI (18,54%), VII (24,92%), and VIII (29,73% from area square). Matching result for current land suitaility class showed that species that suitable for land capability class II were Swietenia mahogoni (Sm), Agathis sp (As), Albizia falcataria (Af), Acacia auriculiformis (Aa), Eucalyptus sp (Es), Melaleuca cajuputii (Mc), Pinus merkusii (Pm) (Forest plants); Cocos nucifera (Cn), Hevea brasiliensis (Hb), Theobroma cacao (Tc), Coffea sp (Cs), Eugenia aromatica (Ea) (Plantation plants), Zea mays (Zm), Arachis hypogeae (Ah), Ipomoea batatas (Ib) dan Colocasia esculenta (Ce) (Agriculture plants); for land capability class IV were Sm, As, Af, Aa, Es, Mc, Pm (Forest plants), Hb, Csi, Ea (Plantation plants); for land capability class VI were Mc dan Pm; for land capability class VII was Mc and for land capability class VIII was not suitable. Good landuse to these area were protected forest (area with slope > 40% and area with Litosol soil at slope >15%), Agroforestry (area with slope < 40% till 8%) and mix garden (area with slope < 8%). Beside that, by using system of people forest that developing result of matching species and species that grew in these areas, like Pterocarpus indicus, Artocarpus integra, A..communis, Anacardium occidentale, Persea americana, Langsium domesticum, Buea macrophylla, Durio zibethinus, Mangifera indica, Spondias pinata, Musa spp, Carica papaya and ground cover species.

Kata Kunci : Hutan,Tata Guna Lahan,Evaluasi,Sumber Air,Land Evaluation, Land Capability, Land Suitability


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.