Pertambahan bobot badan dan evaluasi keberhasilan sinkronisasi estrus pada domba dara dengan kualitas pakan yang berbeda
SWASTIKE, Winny, Prof.Dr.Ir. Endang Baliarti, SU
2006 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertambahan bobot badan dan keberhasilan sinkronisasi estrus pada domba dara yang diberikan pakan dengan kualitas dan kuantitas berbeda. Materi yang digunakan 20 ekor domba lokal dengan bobot badan awal adalah 14,5 ± 0,8 kg dengan kisaran umur 4 - 5 bulan yang diletakkan pada kandang secara berkelompok dan tiap kelompok terdiri dari 10 ekor. Tiap kelompok diberikan pakan dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda. Kandungan Protein Kasar (PK) pakan kelompok perlakuan dan kontrol sebesar 11% dan 10% sedang Total Digestible Nutrients (TDN) sebesar 74% dan 69%. Penyerempakan birahi dilakukan setelah domba mencapai bobot dan atau umur layak dikawinkan dengan menggunakan prostaglandine sintetik (Reprodine®) yang disuntikkan 2 kali dengan dosis 1,25 ml melalui intramuskuler.. Suntikkan kedua diberikan 8 hari setelah suntikkan pertama, dan kemudian dikawinkan secara alami pada hari ke 11. Variabel yang diamati adalah bobot badan, konsumsi bahan kering (BK), PK, dan TDN, status metabolit darah (glukosa dan trigliserida) dan persentase domba yang bunting dengan tes progesteron. Analisis data dilakukan dengan uji t dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan pertambahan bobot badan kelompok perlakuan lebih tinggi (P<0,01) dibanding kontrol (80 ± 0,05 g/ekor/h vs 20 ± 0,02 g/ekor/h). Konsumsi nutrinet BK, PK dan TDN pakan. Konsumsi BK kelompok perlakuan lebih tinggi (P<0,01) dibanding kontrol (77,21 ± 11,48 g/kg0,75/hari vs 69,37 ± 4,6 g/kg0,75/hari). Konsumsi PK lebih tinggi (P<0,01) pada kelompok perlakuan dibanding kontrol sebesar 8,77 ± 1,33 g/kg0,75/hari vs 7,05 ± 0,45 g/kg0,75/hari. Konsumsi TDN lebih tinggi (P<0,01) pada kelompok perlakuan dibanding kontrol (57,20 ± 8,79 g/kg0,75/hari vs 47,59 ± 3,35 g/kg0,75/hari). Hal tersebut juga didukung dengan glukosa kelompok perlakuan lebih tinggi dibanding kontrol (53,6 ± 4,2 mg/dl vs 52,8 ± 2,7 mg/dl) dan sebaliknya trigliserida kelompok perlakuan lebih rendah dibanding kontrol sebesar (19,8 ± 2,6 mg/dl vs 34,4 ± 4,5 mg/dl) (P<0,01). Persentase domba yang bunting dalam kelompok perlakuan lebih tinggi (P<0,01) dibanding kontrol (80% vs 40%). Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas pakan pada domba dara meningkatkan pertambahan bobot badan dan persentase domba yang bunting sebagai salah satu indikator dalam keberhasilan sinkronisasi estrus.
The experiment was conducted to know body weight gain and evaluated efficiency in synchronization estrus of ewes that given differ feeding. The 20 ewes were divided into 2 groups each group consist of 10 ewes. Aged around 4 - 5 month with weight of 14,5 ± 0,8 kg. The first group fed in better quality than another and after they have reached weight and or the breeding age, all were injected intramuscularly twice with 1,25 ml synthetic prostaglandin, (Reprodine®). The second injection was given eight days later and mating naturally three days later. Variable were evaluated body weight, consume dry matter (DM), crude protein (CP), and Total Digestible Nutrients (TDN), status of metabolites blood (rate of glucose and triglycerides blood) and evaluated efficiency with percentages of pregnancy ewes with progesterone test. Data were analyzed using analysis t-test. Result of experiment were showed that body weight gain group of treatment was higher than control (P<0,01) (80 ± 0,05 g/h/d vs 20 ± 0,02 g/h/d). DM consumption group of treatment were higher than group of control (P<0,01) (77,21 ± 11,48 g/kg0,75/d vs 69,37 ± 4,6 g/kg0,75/d). CP consumption group of treatment were higher than control (P<0,01) (8,77 ± 1,33 g/kg0,75/d vs 7,05 ± 0,45 g/kg0,75/ekor) and TDN consumption group of treatment were higher than control (P<0,01) (57,20 ± 8,79 g/kg0,75/ d vs 47,59 ± 3,35 g/kg0,75 d). The result supported with glucose group of treatment was higher than group of control (53,6 ± 4,2 mg/dl vs 52,8 ± 2,7 mg/dl) but opposited with triglycerides, in group treatment triglycerides was lower than group of control (19,8 ± 2,6 mg/dl vs 34,4 ± 4,5 mg/dl) (P<0,01). Percentages pregnancy of ewes was higher in group of treatment than group of control (P<0,01) (80% vs 40%). Conclusion of the experiment were ewes that given better quality of feeding had higher body weight gain and higher percentages of pregnancy as represent with in synchronized estrus
Kata Kunci : Pakan Ternak,Domba,Reproduksi, Body Weight Gain, Synchronized Estrus, Feeding Quality, Ewes)