Laporkan Masalah

Faktor risiko Klinik pada tindakan pembedahan urologi di Unit Bedah Sentral Badan Rumah Sakit Umum Tabanan

MANUABA, Ida Ayu Ratih Wulansari, Dr. Iwan Dwiprahasto, M.MedSc.,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah Saki

Latar Belakang: Tindakan bedah khususnya urologi merupakan tindakan yang berisiko tinggi, demikian juga tindakan medis lain yang dilakukan di rumah sakit. Kegiatan pembedahan urologi di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan, sebagai layanan spesialisasi yang baru diselenggarakan lebih kurang 8 bulan, ternyata menunjukkan adanya adverse events pada beberapa kasus. Beberapa kasus berhasil melewati masa kritis, namun ada juga yang meninggal dunia. Penerapan manajemen risiko klinik yang belum lazim di Indonesia saat ini tampaknya sudah mulai harus menjadi perhatian manajemen, mengingat isyu malpraktik makin meningkat. Upaya menerapkan manajemen risiko klinik ini, sebagai tahap awal adalah dengan mengevaluasi tindakan pembedahan mulai tahap persiapan pra-bedah, pemantauan selama pembedahan, evaluasi pasca bedah. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mendapatkan data faktorfaktor risiko klinik apa saja yang mempengaruhi luaran pasien pasca bedah urologi serta memformulasikan upaya manajemen risiko klinik untuk meminimalkan terjadinya adverse events. Metode Peneltian: Penelitian ini merupakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien yang dipersiapkan untuk tindakan pembedahan urologi berencana (elektif), dirawat di Badan RSU Tabanan periode bulan Agustus sampai dengan September 2005. Data diambil dengan menggunakan instrumen penelitian 1, 2 dan 3, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan statistik regresi logistik ganda. Hasil : sebanyak 52 sampel selama periode penelitian, terbanyak laki (88,46%), terbanyak datang dari usia =40 tahun (92,31%). Adverse events terjadi pada 28 (53,85%) sampel. Uji statistik mendapatkan tidak terbukti bermakna usia (p=0,37), jenis kelamin (p=0,12), diagnosis penyerta (p=0,83), waktu pemberian antibiotika profilaksis (p=0,84), lama iv line terpasang (p=0,74), lama kateter urin terpasang (p=0,52), status ASA klas (p=0,39), lama pembedahan berlangsung (p=0,23), waktu pencukuran pubis (p=0,85) sebagai faktor risiko klinik tindakan pembedahan urologi di BRSU Tabanan. Untuk lama rawat pra-bedah (p=0,003) terbukti bermakna sebagai faktor risiko klinik tindakan pembedahan urologi. Kesimpulan: angka adverse events pasca bedah urologi cukup tinggi. Faktor risiko klinik yang terbukti bermakna didapatkan pada lama rawat pra-bedah. Uji statistik yang tidak bermakna pada faktor risiko lainnya memberi kemungkinan masih banyaknya faktor risiko klinik yang harus diteliti

Background: Risk management, and in particular clinical risk management, is an area that has been reasonably well developed within the health service in specific sectors and specialities. Risk management is to get things right the first time- in other words, to change the environment whereby the systems and behaviours can be modified to reduce the potential for health care risk. Urology department of Tabanan hospital is a new kind health service, since October 2004. There was several cases reported as adverse events post urology surgery, that may increased mortality rate post surgery. This study want to do risk identificarion from prepared patient before surgey, during surgery, and post surgery, which part of that may lack and could be the sources as the potential risk factors of adverse events. Research Goal: this research goal is to identify clinical risk factor as the sources of adverse events post urology surgery patient, so that we can formulated what kind risk management program to diminished adverse events. Research method: This research is a cross sectional study. All patients who have surgery, within a period of August – September 2005 at Tabanan hospital become sample of this study. Data collected by check list guide and observation then analised by multiple regression statistic. Result: 52 urology surgery patient include for this study, most of them were man (88,46%), came from =40 years old (92,31%), 28 (53,85%) sample got adverse events post surgery. Statistical analysed no significant for sex (p=0,12), old (p=0,37), time period given profilactic antibiotic (p=0,84), time period intra venous line has been inserted (p=0,74), time period urine catheter has been inserted (p=0,52), time period pubic hair has been cut before surgery (p=0,85), patient premorbid condition (p=0,83),, ASA class status (p=0,39), duration of the surgery (p=0,23) as the clinical risk factor for the adverse events. It was significant for patient length of stay at the hospital before surgery (p=0,003) as clinical risk factor. Conclusion: this study found high rate of adverse events post urology surgery patient. It was significant for patient length of stay at the hospital before surgery as clinical risk factor. To decresase adverse events of post urology surgery, it seems need another study with increased the sample size and look another risk factor

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Pembedahan,Manajemen Resiko Klinik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.