Pengembangan desain mutu pelayanan rawat inap dengan menggunakan Quality Function Deployment di Puskesmas Perawatan Karanganyar Kebumen
KRISTIANI, Yohanita Rini, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,DrPH
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar Belakang: Pelayanan rawat inap di Puskesmas perawatan Karanganyar merupakan program unggulan oleh karena dibutuhkan warga masyarakat Karanganyar dan sekitarnya. Untuk meningkatkan utilisasi pelayanan rawat inap perlu dilakukan pengembangan desain mutu pelayanan rawat inap. Tujuan: Merancang desain mutu pelayanan rawat inap yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan dengan metode QFD. Metode: Jenis penelitian studi kasus yang bersifat diskriptif dengan rancangan kasus tunggal terpancang. Populasi penelitian adalah pelanggan eksternal dan internal. Subyek pelanggan eksternal adalah pasien rawat inap. Subyek pelanggan internal adalah semua petugas yang terlibat dalam pelayanan rawat inap. Pengumpulan data dengan menggunakan free listing. Selanjutnya menggunakan matriks “The House of Quality†untuk mengetahui urutan prioritas pengembangan desain mutu pelayanan rawat inap (Foster, 2004). Hasil: Kebutuhan dan harapan pelanggan internal terbanyak adalah menghendaki adanya upaya peningkatan kualitas paramedis (31%), Kebutuhan dan harapan pelanggan eksternal/pasien yang terbanyak adalah menginginkan kenyamanan ruang, lingkungan dan kamar mandi, tempat cuci serta kakus (35.5%), hasil competitive assessment technical requirement, Puskesmas perawatan Karanganyar mendapat nilai 4 (posisi baik) dalam hal upaya peningkatan kualitas paramedis, kesesuaian reward dengang prestasi kerja, dan monitoring/evaluasi kerja. Kesimpulan: Urutan prioritas pengembangan desain mutu pelayanan rawat inap dengan mempertimbangkan urutan prioritas customer requirements, technical requirements, pesaing, visi-misi, pangsa pasar, dan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Puskesmas perawatan Karanganyar adalah sebagai berikut : (1) pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan rawat inap, , (2) penjadwalan dokter jaga 24 jam, (3) penyediaan sarana medis dan penunjang medis yang memadai, (4) tersedianya tenaga dokter spesialis, (5) tersedianya sarana transportasi ambulans 24 jam. Dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya manusia, dana, material, metode, machines dan pasar yang dimiliki, dalam pengembangan desain mutu pelayanan rawat inap dapat dilaksanakan secara bertahap dimulai dari urutan prioritas yang pertama
Background: The inpatient service at Karanganyar Local Government Clinic is a prominent program that needed by community in Karanganyar and its vicinity. To improve the utilization of inpatient service at Karanganyar Local Government Clinic, it is important to develop the design of inpatient service quality. Objectives: The Quality Function Deployment (QFD) is used to develop the design of inpatient service quality that fulfills customer needs and expectations. Methods: This is a descriptive case study research with single case design. The population was external and internal customers. The external customer was patients in inpatient department, while the internal customer was all on duty staffs that involved in inpatient service. Data were collecting using free listing and the house of quality matrix in order to find out priority of quality design of inpatient service (Foster, 2004). Result: Internal patient’s need and expectation excessively wanted an effort to improve paramedic quality (31%). External patient’s need and expectation excessively wanted room, environment, bathroom, latrine pleasure (35.5%). The result of competitive assessment technical requirement showed that the inpatient service at Karanganyar got 4 point (good position) in effort to improve paramedic quantity, appropriate reward towards work achievement, and work monitoring/evaluation. Conclusions: The priority of quality design of inpatient service at Karanganyar Local Government Clinic based on customer requirements, technical requirements, competitor, vision and mission, market segment, and activities that have been done by inpatient service at Karanganyar is as follows: (1) maintenance of inpatient service facilities and infrastructures; (2) scheduling of 24 hours doctors on duty; (3) the existence of appropriate medical tools and its supports; (4) the existence of specialist physicians; and (5) the existence of 24 hours ambulance. Considering the ability of manpower resource, money, materials, methods, machines, and market of Karanganyar Local Government Clinic, the implementation of development of inpatient service can be conducted step by step starting from the first priority
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Mutu Layanan,Quality Function Deployment