Laporkan Masalah

Pengembangan budaya mutu dengan pendekatan Problem Solving for Better Hospital di RSU Banyumas

HIDAYAT, Ronin, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,DrPH

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah Saki

Latar Belakang, RSUD Banyumas adalah rumah sakit kelas B Pendidikan yang merupakan salah satu Badan Teknis Daerah milik Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam aktifitasnya selalu berorientasi pada mutu, akan tetapi terjadi ketidakkontinyuan dalam peningkatan dan pengembangan mutu sehingga budaya mutu RSU Banyumas yang ada baik, nilai-nilai dan atau tradisi, prosedur maupun harapan karyawan perlu dikembangkan secara terus menerus dengan berbagai pendekatan. Pendekatan yang berkaitan akan hal tersebut adalah dengan pendekatan Problem Solving for Better Hospital (PSBH) Bahan dan cara, Penelitian ini merupakan kuasi eksperimental dengan rancangan penelitian before-after dengan kontrol. Perlakuan yang diberikan berupa workshop PSBH, tindak lanjut (follow-up) oleh suatu yayasan pemegang lisensi di Indonesia yaitu Yayasan Indonesia Menuju Sehat (YIMS) yang merupakan perwakilan dari The Dreyfus Health Foundation, yang berpusat New York USA. Penelitian ini melibatkan tiga puluh (30) karyawan RSU Banyumas Unit I sebagai subyek dan dua puluh lima (25) karyawan Unit II sebagai kontrol. Alat penelitian berupa observasi, wawancara dan kuesioner. Hasil, Hasil penelitian adalah berupa perubahan budaya mutu menjadi budaya mutu baru RSUD Banyumas berupa Nilai mutu; kejujuran adanya masalah dengan Uji Mc Nemar X² = 7,27, Nilai Displin; datang tepat waktu dengan nilai X² = 30,8, penampilan kerja rapi dan bersih X² = 26,5, dokumen kegiatan lengkap dengan X² = 20,5. Nilai Efisiensi; peralatan habis dipakai dibereskan/terawat dengan Uji Mc. Nemar X² = 14,9 Nilai Kreatifitas ; ide/cara untuk solusi masalah X² = 52,4, produktifitas dalam solving X² = 14,5, inovasi dalam kegiatan X² = 27,9.Adapun prosedur mutu;persiapan pelanggan/alat dengan nilai X² = 73,5, tahapan prosedur dengan nilai X² = 45.3, penguasaan prosedur nilai X² = 18,6, dokumen pelaksanaan prosedur dengan nilai X² = 38,6, Harapan-harapan karyawan; kebersamaan dan kerjasama dengan Uji Friedmen (dependen) X² = 20,2, struktur, sistem dan prosedur kerja yang efisien dengan nilai X² = 16,3, kualitas kerja dengan X² = 49,9, hubungan kerja dengan nilai X² = 39,4, imbalan dengan nilai X² = 50,1 df = 3, dengan p = 0.00 < 0.05 Kesimpulan, Budaya mutu RSUD Banyumas; nilai mutu, prosedur maupun harapan–harapan karyawan dapat dikembangkan dengan pendekatan Problem Solving for Better Hospital (PSBH). Saran, ditujukan kepada RSU Banyumas, peserta workshop (subyek) untuk meningkatkan secara kontinyu dan berkesinambungan yang berkaitan dengan budaya mutu , sedangkan IKM minat MMR UGM dan YIMS untuk menjalin kerjasama dalam upaya pengembangan mutu

Background: Banyumas district hospital is a class teaching hospital that belongs to Banyumas regency. In its activities, Banyumas district hospital always orientates to quality but there is discontinuity in improving and developing the quality so that quality culture such as value and tradition, procedure and staff’s expectation, should be developed continuously. In this case, problem solving for better hospital (PSBH) is a perfec approach to solve the problem. Methods: This is a quasi experimental studi with before and after design using control. Treatment that applied was PSBH woelshop, follow up by license institution that Indonesia for for Health Foundation as a representative of dreyfus Health Foundation in New York. Subject of the study was 30 staffs in I unit of Banyumas district hospital and 25 staffs in II unit of Banyumas district hospital as a control. The tool of the staudy was observation, interviev, and questionnare. Results: The result of this study quality culture change as follows: 1) In quality value shows that the values of honesty toward problem with Mc.Nemar test is found X² = 7,27; 2) in displin value; the value of punctuality of coming is found that X² = 30,8 , appeareance of neat and clean job is found that X² = 26,5; and complete activity document is found that X² = 20,5; 3) In efficiency value: the value of used out tool is well taken care of/well done with Mc. Nemar test is fond that X² = 14,9; 4) in creativity; the value idea/method to solve problem is found that X² = 52,4, productivity in solving is found that X² = 14,5, innovation in activity is found that X² = 27,9. In quality procedur, it shows: customer/equipment preparation with 73,5, procedure steps with X² = 45,3, prosedure domination with X² = 15,6, procedure implementation document with X² = 38,6. Analysis of staffs’ expectations using Friedman (dependent) test is found that togetherness and cooperations shows X² = 20,2, structure, system, and procedure shows X² = 16,3,job quality shows X² = 49,9, job correlation with X² = 39,4, reward with X² = 50,1 df = 3, p = 0.0 < 0,05. Conclusions: Quality culture of Banyumas district hospital, i,e. quality value, procedure and staffs’ expectation can be developed using problem solving for better hospital (PSBH). Advise: For Banyumas district hospital, it is advised to improve quality culture continuously while for Postgraduate Program in Hospital Management and Indonesia for Health Foundation, it is advise to make cooperation in order to developed quality

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Budaya Mutu,PSBH


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.