Laporkan Masalah

Persepsi dan minat masyarakat terhadap utilisasi pelayanan rawat inap di RSU Madina Bukittinggi

SAFAR, Dino Herman, Agastya, SE.,MBA.,MPM

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah Saki

Latar Belakang. Utilisasi masyarakat Bukittinggi terhadap pelayanan rawat inap RSU Madina masih rendah, walaupun jumlah pelayanan sudah cukup memadai. Pemanfaatan pelayanan rawat inap di RSU Madina selama lima tahun terakhir cenderung menurun. Rata-rata BOR dari tahun 2001-2005 hanya sebesar 41,09%. Utilisasi pelayanan di kelas II meningkat setiap tahunnya namun terjadi penurunan di kelas I. Sedangkan untuk kelas perawatan VIP relatif stabil. Dari pemanfaatan utilisasi rawat inap di RSU Madina tersebut terlihat, bahwa terdapat perbedaaan pemanfaatan utilisasi pelayanan rawat inap berdasarkan sosiodemografis masyarakat pengguna. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui persepsi dan minat masyarakat terhadap utilisasi pelayanan rawat inap di RSU Madina yang diidentifikasi berdasarkan karakteristik, pengalaman memanfaatkan, pemilihan rumah sakit jika sakit dan alasan memilih rumah sakit. Metodologi. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden penelitian 383 orang masyarakat Bukittinggi yang dihitung dengan metoda Survey System Hasil. Hasil uji K independent samples Kruskal-wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi masyarakat yang signifikan berdasarkan pendidikan, penghasilan, pengalaman memanfaatkan dan pilihan rumah sakit jika sakit (p<0,05). Masyarakat yang mempunyai persepsi yang baik terhadap RSU Madina adalah masyarakat dengan penghasilan kurang dari 1 juta serta pernah memanfaatkan pelayanan rawat inap RSU Madina dan memilih RS Madina jika sakit. Minat memanfaatkan RSU Madina juga terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, penghasilan dan pengalaman dirawat, pilihan rumah sakit jika sakit dan alasan memilih rumah sakit (p<0,05). Masyarakat yang mempunyai minat tinggi memanfaatkan pelayanan rawat inap RSU Madina adalah masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki, berpenghasilan < 1 juta dan > 3 juta serta pernah memanfaatkan pelayanan rawat inap RSU Madina serta memilih RSU Madina jika sakit dan masyarakat yang memilih RS karena dokter dan pelayanan. Kesimpulan. Persepsi dan minat masyarakat terhadap RSU Madina dipengaruhi oleh karakteristik, pengalaman serta pemilihan rumah sakit dan alasan pemilihan rumah sakit.

Latar Belakang. Utilisasi masyarakat Bukittinggi terhadap pelayanan rawat inap RSU Madina masih rendah, walaupun jumlah pelayanan sudah cukup memadai. Pemanfaatan pelayanan rawat inap di RSU Madina selama lima tahun terakhir cenderung menurun. Rata-rata BOR dari tahun 2001-2005 hanya sebesar 41,09%. Utilisasi pelayanan di kelas II meningkat setiap tahunnya namun terjadi penurunan di kelas I. Sedangkan untuk kelas perawatan VIP relatif stabil. Dari pemanfaatan utilisasi rawat inap di RSU Madina tersebut terlihat, bahwa terdapat perbedaaan pemanfaatan utilisasi pelayanan rawat inap berdasarkan sosiodemografis masyarakat pengguna. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui persepsi dan minat masyarakat terhadap utilisasi pelayanan rawat inap di RSU Madina yang diidentifikasi berdasarkan karakteristik, pengalaman memanfaatkan, pemilihan rumah sakit jika sakit dan alasan memilih rumah sakit. Metodologi. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden penelitian 383 orang masyarakat Bukittinggi yang dihitung dengan metoda Survey System Hasil. Hasil uji K independent samples Kruskal-wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi masyarakat yang signifikan berdasarkan pendidikan, penghasilan, pengalaman memanfaatkan dan pilihan rumah sakit jika sakit (p<0,05). Masyarakat yang mempunyai persepsi yang baik terhadap RSU Madina adalah masyarakat dengan penghasilan kurang dari 1 juta serta pernah memanfaatkan pelayanan rawat inap RSU Madina dan memilih RS Madina jika sakit. Minat memanfaatkan RSU Madina juga terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, penghasilan dan pengalaman dirawat, pilihan rumah sakit jika sakit dan alasan memilih rumah sakit (p<0,05). Masyarakat yang mempunyai minat tinggi memanfaatkan pelayanan rawat inap RSU Madina adalah masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki, berpenghasilan < 1 juta dan > 3 juta serta pernah memanfaatkan pelayanan rawat inap RSU Madina serta memilih RSU Madina jika sakit dan masyarakat yang memilih RS karena dokter dan pelayanan. Kesimpulan. Persepsi dan minat masyarakat terhadap RSU Madina dipengaruhi oleh karakteristik, pengalaman serta pemilihan rumah sakit dan alasan pemilihan rumah sakit.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Layanan Rawat Inap,Utilisasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.