Analisis biaya sebagai dasar pengkajian tarif ke masyarakat dan tarif PT Askes Indonesia di Instalasi Bedah Sentral Badan Rumahsakit Umum Tabanan-Bali
INDRAWAN, Ketut, Agastya, SE.,MBA.,MPM
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar Belakang: Unit cost adalah ukuran yang penting dalam melakukan pengambilan keputusan tarif dan peningkatan efisiensi pengelolaan biaya. Penetuan tarif yang relevan harus berdasarkan unit cost yang akurat, sehingga diperlukan metode analisis biaya yang relevan untuk diterapkan. Tujuan Penelitian: Mengacu pada pemahaman tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya unit cost tindakan operasi di Instalasi Bedah Sentral BRSU Tabanan dengan menggunakan dua metode analisis, yaitu dengan Metode Double Distribution dan Metode Real Cost. Metodologi Penelitian: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Deskriftif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Variabel penelitian terdiri dari unit cost tindakan operasi, tarif tindakan operasi rumah sakit dan tarif tindakan operasi PT. Askes Indonesia yang diterapkan di BRSU Tabanan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata unit cost tindakan operasi adalah lebih tinggi dari Tarif Rumah Sakit dan Tarif PT. Askes Indonesia. Tarif Rumah Sakit lebih rendah dari unit cost sebesar - 22,9% dan setelah dikompensasikan dengan subsidi pemerintah menjadi - 0,7%. Tarif PT. Askes Indonesia lebih redah dari unit cost, yaitu ratarata sebesar -81,4% dan setelah dikompensasikan dengan subsidi pemerintah menjadi -53,4%. Selisih antara Tarif Rumah Sakit menyebabkan kerugian sebesar Rp 794.163.332 dan setelah dikompensasikan dengan subsidi pemerintah menjadi untung sebesar Rp 15.576.862. Selisih antara Tarif PT. Askes Indonesia dengan unit cost menyebabkan kerugian sebesar Rp 1.695.249.107, dan setelah dikompensasikan dengan subsidi pemerintah menjadi Rp 856.007.579. Hasil perhitungan unit cost berdasarkan Metode Double Distribution dan Metode Real Cost memiliki perbedaan yang signifikan. Metode perhitungan unit cost yang relevan untuk diterapkan adalah Metode Real Cost karena dapat menghasilkan unit cost yang lebih akurat daripada Metode Double Distribution. Kesimpulan: Tarif Rumah Sakit dan Tarif Askes masih lebih rendah dari unit cost sehingga menimbulkan kerugian dari selisih tarif bagi rumah sakit pada Tahun 2004. Hasil perhitungan unit cost berdasarkan Metode Double Distribution dan Metode Real cost memiliki perbedaan yang signifikan dan dapat ditentukan bahwa Metode Real Cost lebih relevan dan menghasilkan unit cost yang lebih akurat dibandingkan dengan Metode Double Distribution.
Background: Unit cost is an important measurement in deciding tariff and improving efficiency of cost management. Imposement of relevant tariff should be based on accurate unit cost so that relevent cost analysis method needs to be implemented. Objectives: The study was meant to identify the amount of unit cost of operation at Central Surgery Unit of Tabanan Hospital based on two analysis methods, i.e. Double Distribution and Real Cost methods. Methods: The study used descriptive method with quantitative and qulititative approaches. Variables consisted of unit cost of operation, tariff of hospital operation and tariff of PT. Askes Indonesia operation imposed at Tabanan Hospital. Results: Result of the study showed that average unit cost of operation was higher than hospital and PT. Askes Indonesia tariff. Hospital tariff was -22.9%lower than average unit cost and after being compensated with government subsidy it became -0.7%. PT. Askes Indonesia tariff was - 81.4% lower than average unit cost and after being compensated with subsidy it became -53.4%. Difference between Hospital tariff and unit cost caused loss as much as Rp 794,163,332 and after being compensated with government subsidy the profit gained was Rp 15,576,862. Difference between PT. Askes Indonesia tariff and unit cost caused loss as much as Rp 1,695,249,107 and after being compensated with government subsidy the profit gained was Rp 856,007,579. Result of unit cost calculation based on Double Distribution method had significant difference with unit cost based on Real Cost method. Unit cost calculation method relevant to be implemented was Real Cost method because it gave more accurate unit cost than Double Distribution method. Conclusion: Both hospital and PT. Askes Indonesia tariffs were lower than unit cost so that there was loss due to tariff difference of hospital in 2004. Result of unit cost calculation based on Double Distribution method and Real Cost method had significant difference and it could be concluded that Real Cost method was more relevant and gave more accurate cost calculation than Double Distribution method.
Kata Kunci : Manajemen Rumas Sakit,Tarif,Double Distribution and Real Cost, unit cost, hospital tariff, PT. Askes tariff, Double Distribution method, Real Cost method