Laporkan Masalah

Tingkat mutu dan kebutuhan jenis pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah

GINTING, Makmur, Prof.Dra. Johana E. Prawitasari, PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebijakan dan Manaj.

Latar Belakang. Laporan tentang Pembangunan Manusia Indonesia 2004 menempatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah pada peringkat ke-6. Tetapi IPM Kabupaten Kapuas yang dulunya merupakan induk Kabupaten Gunung Mas berada pada peringkat ke-85. Kita ketahui bahwa salah satu indikator IPM berkaitan dengan status kesehatan penduduk, yakni angka harapan hidup penduduk (life expectancy). Ini berarti sejak menjadi daerah otonom, Kabupaten Gunung Mas menghadapi tantangan berat dalam peningkatan status kesehatan penduduk dalam rangka peningkatan IPM. Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun menempati posisi kelembagaan yan g strategis dalam peningkatan status kesehatan penduduk tersebut. Tetapi RS ini mengalami beberapa persoalan internal; kapasitasnya untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu dikendala oleh beberapa faktor. Metode. Penelitian ini dirancang untuk (1) menggambarkan tingkat kinerja mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh RSUD Kuala Kurun; (2) menguraikan faktor-faktor yang menentukan tingkat kinerja mutu pelayanan kesehatan tersebut; dan (3) menerangkan jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh penduduk Kabupaten Gunung Mas. Berdasarkan literatur tentang pelayanan kesehatan bermutu diidentifikasi beberapa faktor atau peubah yang secara teoretik menentukan tingkat kinerja mutu pelayanan kesehatan, yakni kapasitas kepemimpinan, mutu sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan. Sebagai penelitian survey, penelitian ini mengembangkan angket sebagai alat pengumpulan data primer. Data dianalisis sesuai dengan hipotesis yang disusun dengan menggunakan teknik analisis uji-beda dan regersi. Perangkat lunak yang digunakan adalah SPSS 13.00. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat kinerja mutu pelayanan kesehatan di RSUD Kuala Kurun hanya bisa memenuhi 42.36% dari harapan pelanggan dan 36.63% dari tingkat kinerja ideal; (2) tingkat kinerja dimensi mutu pelayanan mencapai 42.09% (reliabilitas), 35.78% (kesantunan), 43.31% (empati), 42.23% (ketanggapan), dan 41.73 (penampilan); (3) peubah-peubah penelitian berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kinerja mutu pelayanan kesehatan di RS ini (R=0.667; sig.=0,000); (4) hasil analisis need assessment menunjukkan bahwa ada tujuh jenis pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh penduduk. Kesimpulan. Berdasarkan temuan-temuan tersebut disimpulkan bahwa tingkat kinerja mutu pelayanan kesehatan di RSUD Kuala Kurun rendah. Lima peubah yang dielaborasi dalam kerangka konsep penelitian berkontribusi pada rendahnya mutu pelayanan tersebut. Penelitian ini mengemukakan saran agar RSUD Kuala Kurun (1) segera memprioritaskan pendidikan dan pelatihan tentang pelayanan bermutu, menyusun pedoman baku tentang pelayanan medik dan non-medik yang bermutu, dan harus membentuk Unit Penjamin Mutu Pelayanan Medik dan Non-medik yang fungsi utamanya merancang, memonitor, mengevaluasi kinerja mutu pelayanan medik dan nonmedik, serta mengkaji kebutuhan jenis-jenis pelayanan kesehatan stakeholder, terutama pelanggan utama; dan perlu menyusun sistem reward & punishment tentang kinerja untuk menjamin konsistensi dan kesinambungan program peningkatan mutu pelayanan kesehatan; (2) manajemen RSUD Kuala Kurun perlu meningkatkan kapasitasnya baik untuk pengembangan SDM dan peralatan medik-non-medik maupun untuk melobi penentu kebijakan dalam rangka pengembangan status kelembagaan RS agar mampu menyediakan pelayanan kesehatan bermutu bagi masyarakat.

Background. Indonesia Human Development Report 2004 placed Human Development Index (HDI) of Province of Central Kalimantan on the rank of sixth. As a former district of Gunung Mas District, Kapuas District faces daunting human resource problems. The report placed HDI of the district on the rank of 85th. It means that Gunung Mas District also faces the same problem, especially problems of public health status. Kuala Kurun Hospital as a public institution that provides public health service has crucial and strategic role in improving public health status. Ironically, the hospital has internal managerial problems. Its capacity to provide quality health care service was handicapped by managerial, institutional, and human resources problems. Methods. This research was designed to (1) describe quality performance of public health care/service delivered by the hospital; (2) analysis factors which theoretically were assumed to affect the quality performance of public health services, and (3) explain new kinds of public health services which are immediately needed by public. As a survey, the research relied on the questionnaire as one and only the main instrument of observation. Some statistical analysis techniques such as T-Test and Regression were applied to describe and analysis findings of the research. Results. Findings of the research show that (1) quality performance of public health care/service only can meet 42.36% and 36.63% of customer’s expectation and of ideal performance; (2) performance of quality dimensions only can meet 42.09% (reliability), 35.78% (courtesy), 43.31% (empathy), 42.23% (responsiveness), and 41.73 (tangible); (3) all factors assumed to affect quality performance significantly affected quality performance of public health care/service delive red by the hospital (R=0.667; sig.=0,000); (4) need assessment analysis indicates that at least there are seven new kinds of public health services which are immediately needed by public. Conclusion. Based of the findings this research concludes that the degree of quality performance of healthy care services at Kuala Kurun Public Hospital is low. Five variables elaborate in the conceptual framework contribute to the degree of quality performance. It is recommended that (1) it is time for RSUD Kuala Kurun Ma nagement to plan immediately training and education on Quality Service for its staffs aiming at consciousness-raising of quality; to design guidance book of quality service for medical and non-medical services, and to establish a Medical & Non-medical Assurance Unit with main functions are to design, monitor and evaluate quality performance, to analysis new kinds of public health services which are needed by stakeholders, especially the primary customers, and to formulate a reward & punishment system to assure the consistency and sustainability of continuous quality improvement programs; (2) management of the hospital needs to improve their leadership capacity both for developing the quality of human & equipment and lobbying the decision taker to give priority toward organizational development in order to increase the health care service delivery for community.

Kata Kunci : Manajemen Layanan Kesehatan,Kinerja Rumah Sakit,Mutu Layanan, Quality performance of public health services, quality dimensions, leadership capacity, quality of human resources and medical equipments, customer’s expectation and management perception abo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.