Hubungan penempatan dan kinerja pejabat struktural Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Propinsi Bengkulu
SARI, Fikitri Marya, dr. Kristiani, SU
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebijakan dan Manaj.Latar Belakang: Penempatan pejabat struktural di jajaran kesehatan diatur berdasarkan KEPMENKES RI Nomor: 558/MENKES/SK/VI/2002, dengan tujuan agar disesuaikan dengan spesifikasi jabatannya sehingga dapat mencapai kinerja yang baik. Penempatan pejabat struktural Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Propinsi Bengkulu masih ada yang tidak sesuai. Untuk itu peneliti melakukan penelitian, untuk mengetahui tentang hubungan penempatan dan kinerja yang dicapai. Tujuan Penelitian: Secara umum untuk mengetahui hubungan antara penempatan dan kinerja pejabat struktural Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Propinsi Bengkulu. Metode Penelitian: Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional, menggunakan metode kuantitatif. Lokasi penelitian di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara dan Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan. Subjek penelitian pejabat struktural di Dinas kesehatan yang terdiri Kepala Dinas, Kepala Tata Usaha, Ka Subdin, Subbag dan Ka Seksi. Instrumen penelitian check list dan check dokumen. Analisis data kuantitatif secara univariat dan bivariat, untuk mengetahui hubungan penempatan dan kinerja menggunakan koefisien kontigensi. Hasil Penelitian: Penempatan pejabat struktural Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Propinsi Bengkulu dari 120 orang (100%) pejabat struktural, yang penempatannya sesuai dengan spesifikasi jabatannya berdasarkan standar dari DEPKES RI sebanyak 72 orang (60%) dan yang tidak sesuai 48 orang (40%). Dari hasil penilaian kinerja, penempatan pejabat struktural yang sesuai dengan spesifikasi jabatannya mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerjanya, dengan nilai chi-square 92.878; p < 0,05. Pejabat struktural yang penempatannya sesuai dengan spesifikasi jabatan, sebanyak 52,2% kinerjanya baik, sedangkan dari pejabat struktural yang penempatannya tidak sesuai dengan spesifikasi jabatan, hanya 5,0 % kinerja yang baik. Kesimpulan: Kinerja pejabat struktural yang penempatannya sesuai dengan spesifikasi jabatannya lebih baik daripada pejabat struktural yang penempatannya tidak sesuai dengan spesifikasi jabatannya.
Background: The placement of structural official in health office line was rule out based on KEPMENKES RI No. 558/MENKES/SK/VI/2002, with the purpose in order to be adjusting with their spesification analysis so could achieving good performance. The placement of structural official in Regency/Municipal Health Office in Bengkulu Province, still exist a placement that not appropriate. Thus, the author performing research to knowing about the correlation of placement and performance that be achieved. Objectives: In general is to knowing the correlation between placement and performance of structural official in Regency/Municipal Health Office in Bengkulu Province. Methods: Analytic research by cross sectional design, used quantitative method. The location of research is Health Office of Bengkulu Municipal, Health Office of Rejang Lebong Regency, Health Office of North Bengkulu, and Health Office of South Bengkulu. The subject of research was structural official in Health Office that consist of Office head, Adiministration Head, Sub-Office Head, Sub-Section and Section Head. The instrument of research is check list and check of document. Quantitative data analysis was performed by univariate and bivariate analysis, to knowing the correlation of placement and performance used contingency coefficient. Results: The placement of structural official in Regency/ Municipal Health Office in Bengkulu Province, from 120 (100%) structural official whose their placement was appropriate to their spesification analysis based on standard from DEPKES RI, was about 72 (60%) and who was unappropriate was 48 (40%). From the performance assessment, structural official placement which appropriate to their spesification analysis have significant correlation with their performance, with chi square value 92.878; p<0.05. The structural official which their placement appropriate to their spesification analysis, was about 52.2% their performance was good, while from structural official which their placement unappropriate to their spesification analysis, only 5.0% have good performance. Conclusions: The performance of structural official which their placement appropriate to their spesification analysis was better than structural official which their placement wan unappropriate to their spesification analysis.
Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Penempatan Pejabat Struktural,Kinerja