Perubahan perilaku merokok melalui Dakwah pada aktivis dakwah di Masjid Al-Ittihaad Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
ZULKARNAEN, Dra. Yayi Suryo Prabandari, MSi.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan PromosiLatar belakang: merokok merupakan suatu perbuatan buruk yang dapat membahayakan dan menimbulkan berbagai penyakit, juga merupakan suatu perbuatan boros dan mubazir dan sia-sia. di dunia saat ini diperkirakan ada 1,26 milyar perokok dan 200 juta di antaranya adalah wanita, pada tahun 2020 akan ada 1,6 miliar, dan 770 juta anak akan terpaksa menjadi perokok pasif karena orang tua dan orang di sekitarnya merokok. upaya-upaya penghentian merokok telah dilaksanakan di beberapa negara tetapi belum mendapatkan hasil yang mengembirakan. Tujuan: mengetahui dan mengkaji secara mendalam tentang perubahan perilaku berhenti merokok pada para aktivis dakwah. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan subjek penelitian diambil secara snowball sampling. Hasil: sebelum mengikuti latihan dakwah para informan sulit berhenti merokok dan sangat tergantung terhadap kebiasaan merokok. program-program dan aturan diri, suasana di lingkungan latihan dakwah seperti menyibukkan diri dengan dzikir, sholat, dakwah, dan belajar mengajar agama, serta banyak waktu berada di dalam masjid dan mendengarkan bimbingan pengarahan dari alim ulama telah dapat memicu aktivis dakwah untuk berhenti merokok. Kesimpulan: bila latihan dakwah diikuti sejak usia dini dan dilakukan secara kontinyu, maka hal tersebut dapat memicu untuk memudahkan berhenti merokok dalam jangka pendek.
Backgrounds: smoking is a bad behavior that can and cause various diseases, as well as useless and wasting money. it is estimated that there are 1,26 billion smoker in the world and 200 million among them are women in the world, and in the year 2020 there will be 1,6 billion and 770 million children who will become passive smokers because their parents and the surrounding people also smoking. efforts of quit smoking have been implemented frequently, in the many countries but yet, the results were not so good . Objectives: to explore and observe deeply about the changing of quit smoking through dakwah activist. Methods: this was a qualitative research with phenomenology approach and the subjects were chosen with snowball sampling. Results: before participating in dakwah training, the informants were difficult in quitting smoking and too dependent to cigarette. program and regulations as well as situation in dakwah training such as dzikir, sholat, dakwah, and learning religion as well spending many times inside the mosque and listen to religion guidance from alim ulama could stimulate dakwah activist to quit smoking. Conclusions: dakwah activist with their activities were successful in stopping smoking habit after following dakwah activity.
Kata Kunci : Perilaku Sehat,Merokok,Dakwah, quit smoking, dakwah activist.