Karakteristik sosiodemografik, motivasi keluarga, perilaku pengobatan dan pencegahan penularan TB Paru hubungannya dengan angka konversi di Kabupaten Madiun
SURATNO, Dra. Yayi Suryo Prabandari, MSi.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan PromosiLatar Belakang : Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit yang telah lama menjadi perhatian pemerintah, mulai dari lokal sampai nasional karena tingginya angka kesakitan dan kematian. Tingginya kasus TB Paru dipengaruhi antara lain oleh kurangnya pengetahuan, sosial ekonomi rendah, dan ketaatan melaksanakan program pengobatan. Di Kabupaten Madiun angka konversi masih berada di bawah target standar. Rendahnya angka kesembuhan merupakan ancaman yang sangat besar terhadap penularan TB Paru, karena memungkinkan munculnya resistensi kuman TB terhadap Obat Anti Tuberculosis (OAT). Keluarga merupakan unsur penting bagi penyembuhan pasien dan juga untuk mencegah terjadinya penularan penyakit TB Paru. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografik keluarga, motivasi keluarga, perilaku pengobatan dan pencegahan penularan TB Paru dengan angka konversi. Metode Penelitian : Penelitian ini dalam penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga dengan anggota keluarga menderita TB Paru BTA positif. Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Pearson Product Moment, t-test, one way anova dan logistic regression dengan taraf signifikan 5 %. Hasil : Hasil penelitian adalah 1) Ada hubungan yang bermakna antara karakteristik sosiodemografik keluarga dengan motivasi keluarga; 2) Ada hubungan yang bermakna antara motivasi keluarga dengan perilaku keluarga dalam pengobatan dan pencegahan TB Paru; 3) Tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku pengobatan dan pencegahan penularan TB Paru dengan angka konversi; 4) Tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik sosiodemografik keluarga, motivasi keluarga dan perilaku pengobatan dan pencegahan penularan TB Paru dengan angka konversi. Kesimpulan : Untuk mencapai kesembuhan penderita TB Paru BTA positif sebagai upaya pencegahan penularan perlu peningkatan motivasi keluarga, terutama motivasi keluarga dalam merawat penderita dan keteraturan pengobatan penderita termasuk pemeriksaan konversi dahak secara periodik.
Background: Lung tuberculosis is a disease which has been a public concern from local to national goverment because of high mortality and morbidity rate. The high case of lung tuberculosis was influenced by the lack of knowledge, low social economy, and the compliance toward treatment program. In Madiun District conversion rate is still below the standardized target. The low recovery rate is the biggest threat toward TB transmission because multy drug resistance of the anti tuberculosis medicine. The family is an important element for patient’s recovery and also for prevention of lung TB disease transmission. Objective: To assess the relationship between characteristic of family’s sociodemographic, family’s motivation (intrinsic and extrinsic), treatment and prevention behavior of lung TB transmission and conversion rate. Method: This was a quantitative research with cross sectional design. The population in this research was all families with family member who suffered from lung TB based on positive acid resistant bacillus. Data analysis used technique analysis of Pearson Product Moment correlation, t-test, one way anova and logistic regression with significance level of 5%. Result: The research showed that 1) there was a significant relationship between characteristic of family’s sociodemographic and family’s motivation; 2) there was a significant relationship between family’s motivations and family’s behavior in the treatment and prevention of lung TB; 3) there was no significant relationship between treatment behavior, prevention on lung TB transmission and conversion rate; 4) there was no significant relationship between characteristic of family’s sociodemographic, family’s motivation and behavior of treatment and prevention on lung TB transmission with conversion rate. Conclusion: To reach the recovery of lung TB patients with positive acid resistant bacillus as the effort of transmission prevention, improvement on family’s motivation is needed; especially family’s motivation in taking care the patient and the regularity of patient’s treatment including examination of sputum conversion periodically.
Kata Kunci : Perilaku Sehat,TB Paru,Sosiodemografi