Laporkan Masalah

Promosi kesehatan tentang risiko keracunan pestisida terhadap petani jeruk melalui agen pengubah

KARO, Marina Br, Dra. Ira Paramastri, MSi

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan Promosi

Pengetahuan dan perilaku petani merupakan fakor risiko keracunan pestisida pada petani. Promosi kesehatan tentang risiko keracunan pestisida dan cara penggunaan pestisida yang aman merupakan salah satu cara meningkatkan pengetahuan dan perilaku petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku petani jeruk sebagai agen pengubah, juga pengetahuan petani jeruk tentang risiko keracunan pestisida dan cara penggunaan pestisida yang aman. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen, dengan rancangan one group design dengan pre-test dan post-test study. Penelitian ini dilakukan secara berjenjang, yaitu level 1: melakukan intervensi terhadap agen pengubah dengan multiple methode dan level 2: agen pengubah dibiarkan berinteraksi secara alami dengan petani jeruk. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jeruk di Desa Sukajulu, Kabupaten Karo, sebanyak 27 petani jeruk sebagai agen pengubah dan 164 petani jeruk yang diambil dengan cara multi stage random sampling. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan paired t-test ( p = 0,05). Hasil penelitian ini pada level 1, menunjukkan pengetahuan agen pengubah sebelum intervensi dengan nilai rerata 13,33 dan setelah intervensi 19,81. Hasil uji t-test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah intervensi dengan nilai rerata 6,481 (t= -23,647 dan p= 0,000). Perilaku agen pengubah sebelum intervensi dengan nilai rerata 28,41 dan setelah intervensi 45,52. Hasil uji t-test menunjukkan ada peningkatan perilaku secara signifikan setelah intervensi dengan nilai rerata 17,11 (t= -20,593 dan p= 0,000). Pada level 2, hasil penelitian menunjukkan pengetahuan petani jeruk sebelum intervensi dengan nilai rerata 10,76 dan setelah intervensi 16,26. Hasil uji t-test pengetahuan petani jeruk menunjukkan ada peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah intervensi dengan nilai rereta 5,494 (t= -34,574 dan p= 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah ada peningkatan pengetahuan dan perilaku agen pengubah. Selain itu juga ada peningkatan pengetahuan petani jeruk tentang risiko keracunan pestisida dan pengelolaan pestisida secara signifikan setelah promosi kesehatan.

Farmer’s knowledge and behaviour are among risk factors of farmer’s pesticide poisoning. Health promotion regarding the risk of pesticide poisoning and the appropriate way to utilize pesticide is one of the ways to improve farmer’s knowledge and behaviour. This research was aimed to find the effect of health promotion on the improvement of agents of change’s knowledge and behaviour and also on jeruk farmer’s knowledge regarding the risk of pesticide poisoning and the way of utilizing pesticide properly. This was a quasi experimental research that used one group design with pre test and post test study. Research was conducted in two phases, phase 1, intervention on agents of change with multiple methods and in phase 2, agents of change interact naturally with jeruk farmers. Samples in this research were jeruk farmers in the village of Sukajulu, Karo District, comprising 27 jeruk farmers as agents of change and 164 jeruk farmers who were chosen with multi stage random sampling. Statistic test used in analysis was paired t-test (p<0,05). At phase 1, mean pre and post intervention knowledge of agents of change was 13,33 and 19,81 respectively. Result of t-test showed a significant increase of knowledge after intervention with an average of 6,481 (t=-23,647 and p=0,000). Mean pre and post test intervention behaviour of agents of change were 28,41 and 45,52 respectively. T-test result indicated a significant increase of behaviour after intervention with mean increase of 17,11 (t=-20,593 and p=0,000). With the same test farmers’ knowledge was known to increase significantly by 5,494 (t=-34,574 and p=0,000) after intervention. In conclusion, there was an improvement of knowledge and behaviour in agents of change. There was also a significant improvement of farmers’ knowledge on risk of pesticide poisoning and pesticide management following health promotion.

Kata Kunci : Promosi Kesehatan,Keracunan Pestisida,Petani Jeruk, health promotion, pesticide poisoning, agent of change, jeruk farmer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.