Hubungan kemampuan membayar keluarga dengan pemanfaatan pemilihan penolong persalinan di Indonesia :: Analisis data Susenas KOR 2001
MANUEKE, Iyam, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-KeLatar belakang : Angka Kematian ibu di Indonesia menurut laporan SDKI 2003 masih tinggi yaitu 307/100.000 kelahiran hidup, bila dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Salah satu penyebab kematian ibu adalah belum memadainya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan. Cakupan persalinan di Indonesia masih dibawah angka 80 persen seperti yang ditargetkan pemerintah. Krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1997 menyebabkan tingginya jumlah keluarga miskin di Indonesia. Keadaan ini diperkirakan mempengaruhi kemampuan membayar keluarga sehingga akses masyarakat ke pelayanan kesehatan masih rendah khususnya cakupan penolong persalinan. Masalah ini juga akan menghambat target cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sebesar 90 persen pada tahun 2010. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan kemampuan membayar keluarga dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan khususnya penolong persalinan di Indonesia. Metode : penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yang menggunakan data Susenas Kor 2001. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang mempunyai anak usia <= 1 tahun. Sampel penelitian mengambil total populasi dengan subyek penelitian adalah rumah tangga yang mempunyai anak usia <= 1 tahun dengan sampel total populasi yang meliputi kriteria inklusi dan esklusi yang sudah ditentukan sebelumnya. Analisis bivariat menggunakan iji chi square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil : Kemampuan membayar keluarga mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan penolong persalinan (p<0.001) dengan OR sebesar 1.5 kali (IK 95%=1.405-1.668). Kesimpulan : Kemampuan membayar keluarga berhubungan dengan pemanfaatan penolong persalinan. Kemampuan membayar keluarga rendah memiliki risiko lebih besar untuk memilih penolong persalinan non nakes.
Background: Maternal mortality rate in Indonesia based on the report of SDKI 2003 still high, that was 307/100.000 birth alive, if it is compared with other ASEAN member countries. One of the causes of mother’s mortality is the insufficiency coverage of delivery assisted by health care provider. The coverage of delivery in Indonesia still below 80 % as it is targeted by government. The economy crisis that is occurred since 1997 caused high number of poor family in Indonesia. This condition is estimated could influence family’s paying ability so that community’s access to the health service still low especially the coverage of delivery assistance. This problem would hamper the delivery coverage target by health care provider with 90 % in the year of 2010. Objective: In order to find out the relationship of family’s paying ability with the utilization of health service especially the use of delivery assistance in Indonesia. Method: This was an observational research with cross sectional design that used data of Susenas Kor 2001. The population in the research was household with children aged < = 1 years old. The sample of the research chose total population with research subject of household with children aged < = 1 years old with population total sample that consisted of inclusion and exclusion criteria that has been previously determined. Bivariat analysis used chi square test and multivariate analysis by using logistic regression test with significance level of p<0.05. Result: Family’s paying ability had significant relationship with use of delivery assistance (p<0.001) with OR of 1.5 times (IK 95%=1.405-1.668). Conclusion: Family’s paying ability had relationship with delivery assistance use. Low family’s paying ability had bigger risk to choose non health care provider delivery assistance.
Kata Kunci : Kesehatan Ibu,Persalinan,Kemampuan Membayar