Laporkan Masalah

Hubungan antara malaria ibu hamil dengan kejadian lahir mati

YAZID, Ahmad, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU.,MSc.ScD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang oleh banyak kalangan dikaitkan dengan kejadian lahir mati. Angka lahir mati di Banjarnegara yang merupakan salah satu daerah endemis malaria menunjukkan peningkatan menjadi 13.51 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2002 Angka ini merupakan angka di atas angka rata-rata Jawa Tengah. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara kejadian lahir mati dengan malaria pada ibu hamil di daerah endemis malaria. Penelitian ini merupakan penelitian observasional kuantitatif dengan rancangan case and control study. Populasi penelitian adalah seluruh kejadian lahir mati di Kabupaten Banjarnegara selama tahun 2002. Sampel sebagai kasus sebanyak 75 ibu dengan lahir mati dan sebagai kontrol adalah 75 ibu dengan bayi lahir hidup. Variabel bebas adalah ibu yang saat hamil menderita sakit malaria dan sebagai variabel terikat adalah kejadian lahir mati. Variabel pengganggu adalah faktor risiko terhadap kejadian lahir mati yaitu paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, pemeriksaan kehamilan (ANC), dan jarak kehamilan. Analisa hasil baik bivariabel maupun multivariabel dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik dengan memberikan kategori di masing-masing variabel. Ibu hamil yang pernah mengalami sakit malaria mempunyai hubungan yang bermakna terhadap kejadian lahir mati (?2 = 5.572, p<0.05), dan mempunyai risiko dua setengah kali lebih besar dari pada ibu hamil yang tidak pernah mengalami sakit malaria (OR=2.573, CI 95% = 1.149-5.762). Ibu hamil yang positif malaria juga terbukti mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian lahir mati (? 2 = 28.342, p<0.05) dan risikonya 6.7 kali lebih besar dari pada ibu hamil yang negatif malaria (OR=6.769, CI 95% = 3.184- 14.389). Jika ditinjau lebih dalam ternyata yang positif Plasmodium falsifarum mempunyai risiko 4 kali lebih besar dari pada Plasmodium vivax. Selain itu umur kehamilan saat terkena malaria yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian lahir mati adalah umur kehamilan trimester I (? 2 = 11,09, p<0.05), dan trimester II (? 2 = 30,60, p<0.05), risiko yang terkena malaria pada trimester I adalah 4,8 kali (OR=4,86, 95% CI=1,823–12,943) dan yang terkena pada trimester II 26 kali lebih besar (OR=25,99, 95% CI=5,793–116,66). Ibu yang positif menderita malaria tetap memberikan hubungan yang bermakna terhadap kejadian lahir mati di daerah endemis malaria pada uji mulivariabel. Disarankan screening malaria pada ibu hamil melalui ANC terfolus dan penanganan dini. Dianjurkan pencegahan malaria terutama pada ibu hamil di daerah endemis melalui perlindungan diri seperti penggunaan kelambu, pemberian obat prophylaxis.

Malaria infection of pregnant woman is one of disease that caused of stillbirth. Stillbirth rate in Banjarnegara district where malaria endemic was increase up to 13.51 per 1000 birth during 2002. It is higher than stillbirth in Central Java province. This study was aimed to find out the relationship between stillbirth with malaria infection of pregnant woman in the area where malaria is endemic. This was observational quantitative study with case and control design. The population are all stillbirth case in Banjarnegara District during 2002. There were 75 sample of stillbirth as cases and 75 livebirth as controls. Malaria infection of pregnant woman as the independent variable and stillbirth as dependent variable. As confounding variables are parity, antenatal care, pregnancy interval and pregnancy story. The results were tested by using logistic regretion analysis. The results indicate that the risk of stillbirth was significantly increased among woman who reported malaria attacks during pregnancy and increasing stillbirth risk with 2,5 times than without experience with malaria (OR=2.573, CI 95% = 1.149-5.762). Pregnant woman with malaria increasing stillbirth risk with 6.7 times than without malaria (OR=6.76, CI 95%=3.18- 14.39). If we look deeply we will shown that pregnant woman with Plasmodium falsifarum increasing stillbirth risk with 4 times than Plasmodium vivax. There was significant associated between woman who reported attacks of malaria during the first and second trimester and the risk of stillbirth (OR=5.630, 95% CI=2.046–15.492) and (OR=6.241, 95% CI=2.778–14.002). When another variables included in the multivariate model for stillbirth, the odds ratio of several variable was reduced and no longer significant. However, the risk of stillbirth was significantly increased among pregnant woman who positive with malaria in every multivariate test. It shown that odd ratio for pregnant woman with positive malaria were significantly increase in the community study. Suggest in areas where malaria is endemic, such as Banjarnegara district, efforts to malaria screening by midwife antenatal care and prevent malaria by personal specific protection as using mosquito net etc, prophylactic drug, early case finding, early treatment should be initiated early in pregnancy.

Kata Kunci : Kesehatan Ibu Hamil,Malaria,Lahir Mati, Stillbirth, malaria, pregnant woman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.