Evaluasi penyusunan anggaran berbasis kinerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara
SILITONGA, Maraden, dr. Nanis Budiningsih, M.Kes
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebijakan PembiayaanLatarbelakang. Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 mensyaratkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) disusun dengan pendekatan berbasis kinerja. Prinsip anggaran berbasis kinerja diimplementasikan pada penyusunan rencana anggaran satuan kerja (RASK). Jumlah anggaran kesehatan cenderung meningkat tetapi realisasi anggaran yang diusulkan Dinas Kesehatan Tapanuli Utara sesudah penerapan anggaran berbasis kinerja cenderung menurun. Tujuan : Mengevaluasi penerapan penyusunan anggaran berbasis kinerja. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif dengan metoda evaluatif. Rancangan penelitian exploratif study. Variabel-variabel ; kemampuan SDM perencanaan anggaran, ketersediaan biaya penyusunan anggaran, kualitas arah dan kebijakan umum dan strategi prioritas APBD. Pengumpulan dengan wawancara, kuesioner terbuka dan data sekunder. Analisis data deskriptif dan tehnik triangulasi. Hasil : Kemampuan SDM perencanaan dalam merealisasikan anggaran kesehatan sesuai dengan kebutuhan anggaran yang diusulan masih rendah sesudah penyusunan anggaran berbasis kinerja. Alokasi anggaran belum menerapkan prinsip equitas dan tidak adanya suatu tim kerja (team work) penyusunan anggaran karena tidak didukung ketersediaaan biaya. Pernyataan arah dan kebijakan umum dan strategi prioritas APBD bidang kesehatan sudah bagus sehingga menjadi acuan dalam penyusunan anggaran. Realisasi anggaran menurut kebutuhan anggaran yang diusulkan dipengaruhi oleh faktor kemampuan SDM perencanaan anggaran, ketersediaan biaya penyusunan anggaran, kualitas arah dan kebijakan umum dan strategi prioritas APBD, susunan struktural perencanaan dalam organisasi unit kerja, interaksi dan koordinasi pada rapat pembahasan anggaran dan dominasi penetapan sasaran anggaran oleh eksekutif. Kesimpulan : Faktor kemampuan SDM perencanaan anggaran yang rendah, ketidaktersediaan biaya dalam penyusunan anggaran serta kualitas arah kebijakan umum dan strategi prioritas APBD bidang kesehatan menyebabkan rendahnya realisasi anggaran kesehatan sesuai dengan usul kebutuhan sesudah penerapan anggaran berbasis kinerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara.
requires the compilation of Regional Revenue and Expenditure Budget based on performance approach. The principle of the performance-based budget is implemented in the compilation of activity unit budget planning. Allocation of health budget tends to increase but realization of health budgeting at Tapanuli Utara District after the implementation of performance-based budget tends to decrease. Objective: To evaluate the implementation of performance-based budget compilation. Method: This was a descriptive study with evaluative method and explorative design. Variables consisted of competence of human resources on budget planning, availability of budget for budget planning, quality of general policy and direction and strategy of regional revenue and expenditure priorities. Data collection used interview, open questionnaire and secondary data. Data were analyzed descriptively using triangular technique. Result: Human resources on health budget planning had low competence so that the principle of performance-based budget compilation had not been implemented. Budget allocation had not yet implemented principles of equity and there was no team work of budget compilation because there was no budget for the team work. Statement of general direction and policy was suitable so that it could become guideline in budget compilation. The allocations on budget component was caused by human resources on health budget planning, finance allocation on budget planning, correct general direction and policy and strategy of regional revenue and expenditure priorities, improper arrangement of planning stucture in the unit of organization, interaction and coordination in budget discussion meeting, and domination of budget allocation by the executive. Conclusion: Factors of low competence of human resources on budget planning, unavailability of fund for budget compilation and incorrect general policy direction and strategy of regional revenue and expenditure priorities on health caused decrease of health budget allocation after the implementation of performance-based budget.
Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Anggaran Dinas Kesehatan,Otonomi Daerah