Paparan bising dan insomnia pada tenaga kerja PT Koesoema Nanda Putra Pedan Klaten, Jawa Tengah
WIBAWA, Dwi Ari, Dr.dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,Sp.Ok
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja (Kesehatan Kerja)Tenaga kerja pada waktu bekerja menanggung beban kerja pokok sesuai dengan pekerjaannya dan beban tambahan yang berasal dari lingkungan kerjanya. Paparan bising di atas Nilai Ambang Batas akan menyebabkan tenaga kerja mengalami Nuissance Effect yang ditandai dengan mudah tersinggung, gangguan tidur, gangguan konsentrasi dan kelelahan. Paparan bising dapat mengganggu tidur tenaga kerja dalam hal : jumlah tidur, dalamnya tidur atau kenyenyakkannya, waktu terjaganya, waktu tertidur, dan reaksi terbangunnya. Dengan adanya tidur, tenaga kerja dapat memelihara kesehatannya, kebutuhan metabolisme seluruh tubuhnya. Tenaga kerja yang mengalami gangguan tidur dapat mempengaruhi atau mengganggu kesehatan, produktivitas, bahkan dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. PT. Kosoema Nanda Putra merupakan Pabrik Tekstil yang dalam proses produksinya terutama di Bagian Pemintalan dan Bagian Palet terdapat kebisingan di Nilai Ambang Batas (NAB), tenaga kerja di bagian tersebut mengeluh, telinga terasa penuh, mudah merasa jengkel, emosi dan sulit tidur, keluhan sulit tidur yang dialaminya sangat mengganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan bising dengan insomnia dan perbedaan tingkat insomnia tenaga kerja terpapar bising di bawah NAB dan di atas NAB. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian diambil dari tenaga kerja PT. Kosoema Nanda Putra Pedan, Klaten, Jawa Tengah, yang bekerja di Bagian Administrasi sebanyak 30 orang yang terpapar bising < 85 dBA, 30 orang Bagian Palet yang terpapar bising antara 85 – 95 dBA dan 30 orang Bagian Pemintalan yang terpapar bising > 95 dBA. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah paparan bising, diukur dengan menggunakan Personal Noise Dose Meter dan variabel terikatnya adalah insomnia, diukur menggunakan kuesioner Insomnia yang diadopsi dari The Pittsburgh Sleep Quality Indeks (PSQI). Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment dan Anava dengan menggunakan program komputer SPS 2000 (Seri Program Statistik-2000) Versi IBM/IN Edisi Hadi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara paparan bising di atas NAB dengan insomnia dengan harga r = 0.693; p = 0.000. Terdapat perbedaan insomnia yang sangat signifikan antara kelompok terpapar bising < 85 dBA, dengan kelompok terpapar bising 85 – 95 dBA, dengan harga t = -7.099; p = 0.000 dan dengan kelompok terpapar bising > 95 dBA dengan harga t = -8.360; p = 0.000. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok terpapar bising 85 – 95 dBA dengan kelompok terpapar bising > 95 dBA dengan harga t = -1.261; p = 0.208.
Employee when they do their job bear basic work burden given their job and also incremental burden comes from their environment. The outline of noise over Limit Threshold Value will cause employee undergo Nuisance Effect signed with easily offended, sleep disorder, concentration disorder, and fatigue. The outline of noise able to disturb labor’s sleep in the matter of rest amount, deep sleep or soundness of sleep, the time wake up, the time fall asleep, and the reaction of waking up. By the presence of sleep, labor able to maintain his or her health, metabolism need of their entire body so that they who experience sleep disorder can affect or disturb health, productivity, even able to trigger work incident. This research was an observational one with cross sectional design, research sample was taken from labor of PT. Koesoema Nanda Putra, in Pedan, Klaten, Central Java, working at administration division as many as 30 persons who reacted to the noise < 85 dBA, 30 ones of palette division who reacted to the noise 90-93 dBA, and 30 ones of weaving division who reacted to the noise > 95 dBA. Its independent variable was the outline of noise, measured using Personal Noise Dose Meter and its dependent variable was insomnia, measured using Insomnia questioner adopted from The Pittsburgh Sleep Quality Indexes (PSQI). Data analysis used Product Moment Correlation and t-test using SPS 2000 (The Statistical Program Series-2000) computer program Version IBM/IN Edition of Hadi. The result of statistical test showed that there was a quite significant relationship between the outline of noise over NAB and insomnia with r value = 0.693; p = 0.000. There was a quite significant insomnia difference between the group who reacted to the noise < 85 dBA, and the group who reacted to the noise 85 – 95 dBA, with t value = -7.099; p = 0.000. There was no significant difference between the group who reacted to the noise 85 – 95 dBA and the group who reacted to the noise > 95 dBA with t value = -1.261; p = 0.208.
Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Bising,Insomnia