Efektivitas beberapa desinfektan terhadap isolat bakteri lantai ruang bedah Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Sanglah Denpasar
DEWI, Dewa Ayu Putu Rasmika, Dra. Susi Iravati, Apt.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja (Kesehatan Lingkungan)Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit adalah penggunaan desinfektan untuk mengepel lantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas beberapa desinfektan lantai terhadap bakteri yang diisolasi dari lantai ruang bedah Instalasi Bedah Sentral (IBS) RS Sanglah Denpasar. Desinfektan lantai yang digunakan adalah lysol, carbol, dan creolin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Jumlah sampel adalah 30 yang diambil pada 3 ruang bedah yang dipilih secara acak. Sampel diambil dengan melakukan swabbing pada 5 titik pada masingmasing ruang bedah yang terpilih sebagai tempat pengambilan sampel. Identifikasi bakteri dilakukan pada sampel, selanjutnya dilakukan pengelompokan bakteri hasil identifikasi berdasarkan jenis spesiesnya. Spesies bakteri yang berbeda diuji kepekaannya terhadap desinfektan uji. Efektivitas desinfektan ditentukan dengan melakukan uji koefisien fenol dengan metode Broth. Bakteri kontrol dalam penelitian ini adalah Salmonella typhi NCTC 786, Escherichia coli ATCC 25922, dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Nilai koefisien fenol dianalisis menggunakan analisis variansi 2 jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 spesies bakteri yang berbeda pada lantai ruang bedah IBS RS Sanglah yaitu : Enterobacter cloacae, Flavimonas oryzihabitans, Acinetobacter baumanii, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter amnigenus, Klebsiella terrigena, Cedacea davisae, Pantosa sp. Terdapat perbedaan kepekaan yang sangat signifikan (p=0.000) diantara masing-masing spesies tersebut terhadap desinfektan uji. S. typhi NCTC 786 mempunyai kepekaan yang lebih tinggi terhadap desinfektan uji dibandingkan dengan bakteri sampel. E. coli ATCC 25922 dan P. auroginosa ATCC 27853 mempunyai kepekaan yang lebih tinggi terhadap desinfektan uji dibandingkan dengan E. coli dan P. auroginosa yang diisolasi dari lantai ruang bedah. Terdapat perbedaan efektivitas antibakteri yang sangat signifikan diantara ketiga desinfektan uji terhadap spesies bakteri yang diisolasi dari lantai ruang bedah IBS RS Sanglah (p=0.000) dan lysol mempunyai efektivitas paling tinggi.
One of efforts to control hospital nosocomial infection is use of disinfectants to wipe floor. The objective of the study was to assess the effectiveness of 3 floor disinfectants against bacteria isolated from surgery room floor of Central Surgery Department at Sanglah Hospital. Disinfectans used were lysol, carbol, and creolin. The study was an experimental. There were 30 samples taken from 3 surgery rooms randomly chosen. Floor swabbing was done at 5 points of each surgery room determined as samples. Bacterial identifications was done to all of samples. Sensitivity of different species of bacteria were tested against 3 disinfectants. Effectiveness of disinfectant was determined using broth method of phenol coefficient test. Control bacteria of this study were Salmonella typhi NCTC 786, E. coli ATCC 25922, dan P. auroginosa ATCC 27853. Value of phenol coefficient was analyzed using 2-way variant analysis. The study showed that there were 9 species from all of samples, they i.e. Enterobacter cloacae, Flavimonas oryzihabitans, Acinetobacter baumanii, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter amnigenus, Klebsiella terrigena, Cedacea davisae, and Pantosa spp. There are very significant sensitivity difference among those species against disinfectants (p=0.000). S. typhi NCTC 786 has the highest sensitivity to disinfectants than all bacteria isolates. E. coli ATCC 25922 and P. aeruginosa ATCC 27853 has higher sensitivity to disinfectants compare to E. coli and P. aeruginosa isolated from surgery room. There are very significant antibacterial effectivness difference among 3 disinfectants (lysol, carbol, and creolin) against bacteria isolated from surgery room of Central Surgery Department at Sanglah Hospital (p=0.000) and lysol has the highest effectivness.
Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan,Rumah Sakit,Infeksi Nosokomial,Desinfektan