Laporkan Masalah

Hubungan pengetahuan, sikap, sosialisasi dan biaya dengan kepemilikan sertifikat laik sehat pada rumah makan/restoran di Kota Bengkulu

TANJUNG, Risnawati, Prof.Dr.dr. Soebijanto

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja (Kesehatan Lingkungan)

Sertifikat laik sehat adalah surat tanda bukti yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota, kepada rumah makan/restoran yang memenuhi persyaratan kesehatan dan harus dimiliki oleh setiap rumah makan/restoran. Penertiban tersebut diharapkan dapat mencegah atau menurunkan kejadian penyakitpenyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan pengetahuan, sikap, biaya dan sosialisasi dengan kepemilikan sertifikat laik sehat rumah makan/restoran di Kota Bengkulu Metode yang digunakan observasional yaitu rancangan Cross Sectional. Pada penelitian ini populasi adalah seluruh rumah makan/restoran di kota Bengkulu sebanyak 68, dimana 51 (75%) rumah makan/restoran tidak mempunyai sertifikat sedangkan yang memiliki sertifikat hanya 17 (25%). Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan statistik non parametrik. Besar hubungan masing-masing variabel dilihat dari Coeficient Contigency (CC). Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan chisquare, didapatkan pengetahuan pengelola berhubungan dengan kepemilikan sertifikat laik sehat (p = 0,002), mempunyai CC = 0,359, sikap (p = 0,000) mempunyai CC = 0,464, sosialisasi sangat berhubungan dengan kepemilikan sertifikat (p = 0,000) mempunyai CC = 0,464, serta biaya berhubungan dengan kepemilikan sertifikat (p = 0,015) mempunyai CC= 0,282. Uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel sikap dan sosialisasi berhubungan dengan kepemilikan sertifikat laik sehat dan merupakan faktor dominan. Pengetahuan dan biaya berhubungan dengan kepemilikan sertifikat laik sehat, sedangkan sikap dan sosialisasi sangat berhubungan dengan kepemilikan sertifikat laik sehat

Health certificate is a certificate issued by Municipal Health Office to restaurants which meet health requirements. Every restaurant must have such certificate. Control to restaurants reduces occurrence of diseases infected through foods and beverages. The objective of the study was to find out association between knowledge, attitude, cost and socialization and ownership of health certificate of restaurants at Bengkulu Municipality. The study was observational with cross sectional design. Population of the study were all restaurants (68) of Bengkulu Municipality, of which 51 restaurants (75%) did not have and 17(25%) had health certificate. Data was analysed using univariable, bivariable, and multivariable techniques with non parametric statistics. Relationship between each variable was measured using Contingency Coefficient (CC). Chi square statistical test showed that knowledge of restaurants' owners had association with ownership of health certificate (p=0.02) with CC=0.359, attitude and socialization were closely associated with ownership of health certificate (p=0.000 and p=0.000) with CC=0.464 and CC=0.464, cost of certificate issuance was associated with ownership of health certificate (0.015) with CC=0.282. Logistic regression test showed that variables of attitude and socialization were associated with ownership of health certificate and belonged to dominant factors. Good knowledge, attitude, socialization and cost of certificate issuance to restaurants' owners were associated with ownership of health certificate at Bengkulu Municipality.

Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan,Restoran,Sertifikat Laik Sehat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.