Pengaruh pemberian alkohol peroral terhadap nilai Mean Corpuscular Volume, morfologi eritrosit darah tepi dan norfmoblas sumsum tulang :: Penelitian dilakukan pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dewasa
HARTONO, Rodhi, dr. Suwono
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisAlkohol adalah minuman yang dikonsumsi oleh banyak orang dan telah menjadi masalah utama dalam masyarakat modern, baik masalah sosial maupun masalah kesehatan. Alkohol merupakan zat toksik yang dapat memberikan efek negatif pada berbagai sistem dalam tubuh diantaranya pada darah. Namun, pengaruh alkohol tergantung pada beberapa faktor yaitu kadar alkohol yang diminum, jumlah konsentrasi alkohol, keadaan mukosa lambung dan kebiasaan minum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pemberian alkohol peroral secara terus menerus dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 30% dan 40% terhadap nilai MCV, morfologi eritrosit darah tepi dan normoblas sumsum tulang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni laboratorium prepost test group control design. Subyek penelitian berupa 36 ekor tikus putih jantan dewasa (strain wistar Rattus norvegicus) berumur 10 minggu dengan BB 200-250 gram. Sebelum perlakuan, tikus diambil darahnya 1.5 cc untuk diukur nilai MCV dan morfologi eritrosit darah tepi. Kemudian sampel dibagi menjadi 6 kelompok diberikan perlakuan selama 45 hari dengan pemberian alkohol peroral secara terus menerus. Sesudah perlakuan, tikus diambil darahnya untuk diukur nilai MCV dan morfologi eritrosit darah tepi serta diambil femur kanan untuk pemeriksaan morfologi dan diameter normoblas sumsum tulang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan nilai MCV sesudah perlakuan selaras dengan semakin tingginya konsentrasi alkohol yang diberikan (p 0.000<0.05). Pengamatan morfologi eritrosit darah tepi sesudah perlakuan menunjukkan terjadi perubahan morfologi eritrosit berupa akantosit, sel target dan stomatosit. Hasil uji ANOVA satu jalan terhadap diameter normoblas menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok akibat perlakuan yang diberikan (p 0.817>0.05) tetapi ada kecenderungan peningkatan diameter normoblas. Pengamatan kualitatif terhadap gambaran normoblas menunjukkan hanya kelompok kontrol yang mempunyai ciri-ciri morfologi normoblas normal, sedangkan kelompok perlakuan telah mengalami perubahan morfologi sel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian alkohol peroral secara terus menerus menyebabkan peningkatan nilai MCV tikus, perubahan morfologi eritrosit darah tepi dan normoblas sumsum tulang serta terjadi kecenderungan peningkatan diameter normoblas.
Alcohol is beverage that is consumed by many people, and it has been an important problem in the modern community. Alcohol, as a toxic agent, can negatively influence on body systems including the blood. The aim of the study was to examine the influence of oral alcohol that was given continuously using concentration of 5%, 10%, 20%, 30%, and 40% on MCV value, erythrocyte morphology and the bone marrow normoblast. A true experimental research with pre-post test control group design was carried out using 36 adult experimental male rats (strain wistar Rattus norvegicus) ,aged 10 weeks with weight of 200-250 grams. Before being given the treatment, the rats blood were taken out around 1,5 cc to measure the MCV value and the erythrocyte morphology. The rats were divided into 6 groups. The first group was the control group and the other five were the treatment group which were treated with different concentration of alcohol continuously for 45 days. After being treated, the rats blood were taken as same as the investigator did previously to examine the MCV value and the erythrocyte morphology, included the removal of right femur to assess morphology and bone marrow normoblast diameter. Results of the study showed that there was increasing on MCV value after the treatment that was proportional to the alcohol concentration given (p 0.000 < 0.05), likewise the changing of erythrocyte morphology was in term of acanthocytes target cells, and stomatocyt . However, these research findings showed that there were no significant different in each group resulting of the treatment (p 0.817 > 0.05). Yet,there was an inclination of normoblast diameter. Finally, it can be concluded that consuming oral alcohol continuously increases the MCV value, changing of erythrocyte morphology and bone marrow normoblast.
Kata Kunci : Sumsum Tulang,Alkohol Peroral