Laporkan Masalah

Efikasi Artesdiaquine pada pengobatan malaria Falciparum tanpa komplikasi di Kabupaten Banjarnegara

SUSIAWAN, Lieza Dwianasari, Prof.dr. Soesanto Tjokrosonto, MSc.,PhD.,SpParK

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah hipomesoendemik malaria di daerah Jawa Tengah. Resistensi terhadap sulfadokin-pirimetamin sebagai lini kedua juga sudah dilaporkan sejak tahun 1990 dan pada tahun 2001 dilaporkan tingkat resistensinya sekitar 25%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efikasi artesdiaquine pada penderita malaria falciparum tanpa komplikasi dan mengkaji efek samping yang kemungkinan muncul pada penderita dengan pengobatan artesdiaquine. Penelitian ini menggunakan rancangan case-control yang dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah. Populasi dan sampel penelitian adalah semua penderita malaria yang secara mikroskopik ditemukan P. falciparum dalam sediaan darah tepi/tebal yang tidak disertai penyakit lain dan tanpa komplikasi sebanyak 25 orang. Seluruh anggota populasi diambil menjadi responden penelitian. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji t menggunakan komputer. Obat anti malaria artesdiaquine mempunyai daya guna yang baik terhadap malaria falciparum tanpa komplikasi dibandingkan sulfadoksin – pirimetamin. Efek samping yang ditemui pada terapi artesdiaquine meliputi pusing (8,3%), pusing dan mual (16,7%), pusing dan nyeri lambung (8,3%), mual (25,0%), mual dan muntah (8,3 %). Efek samping pada terapi sulfadoksin – pirimetamin meliputi gatal dan mual (4,0 %), pusing (16,0 %), pusing dan mual (16,0 %), pusing dan nyeri lambung (4,0%), mual (28,0 %), mual dan muntah (4,0 %) serta nyeri lambung (4,0 %).

The district of Banjarnegara is a malaria hypo-mesoendemic region in the Central Java. Resistance to sulfadoxin-perimetamin as second line has also been reported from 1990, and in 2001, the percentage of resistance was 25%. The objective of research was to examine the usage of artesdiaquine in falciparum malaria patient without complication and investigate use side effect of artesdiaquine. This research used randomized clinical trial design which was done in the district of Banjarnegara, the province of Central Java. The population and sample of research were all malaria patients (25 pasients) who were microscopically diagnosed of malaria falciparum un complicated. All members of population were taken as respondents. Data of results were analyzed by t-test. Anti malaria drug of artesdiaquine is found to be as effective as sulfadoxin-pirimetamine on malaria falciparum un complicated. Side effect found included dizzy (8.3%), dizzy and nausea (16.7%), dizzy and stomachache (8.3%), nausea (25.0%), nausea and vomit (8.3%). The side effect of suldoxinepirimetamine therapy included itch and nausea (4.0%), dizzy (16.0%), dizzy and nausea (16.0%), dizzy and stomachache (4.0%), nausea (28.0%), nausea and vomit (4.0%), and stomachache (4.0%).

Kata Kunci : Malaria Falciparum,Pengobatan,Efikasi Obat Artesdiaquine, Malaria of falciparum un complicated, artesdiaquine, sulfadoxinepirimetamine

  1. S2-PAS-2006-Lieza_Dwianasari_Susiawan-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2006-Lieza_Dwianasari_Susiawan-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2006-Lieza_Dwianasari_Susiawan-TableofContent.pdf  
  4. S2-PAS-2006-Lieza_Dwianasari_Susiawan-Title.pdf