Perbandingan daya analgesia morfin dengan Dexmedetomidine sebagai preemptive analgesia dalam mengurangi nyeri pasca operasi bedah ortopedi
HARIYANTA, dr. I G Ngurah Rai Artika, Sp.An-K
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik (Anestesiologi dan Reanimasi)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan daya analgetika dexmedetomidine dengan morfin sebagai preemptive analgesia dalam mengurangi nyeri pasca bedah ortopedi. Hipotesis penelitian ini adalah dexmedetomidine memiliki daya preemptive analgesia setara dengan morfin pada jam tertentu. Subyek penelitian berjumlah 54 pasien (n1 = n 2 = 27), status fisik ASA I – II rentang usia 18 – 50 tahun, menjalani prosedur pembedahan ortopedi dengan tehnik anestesi umum. Pasien mendapat premedikasi di bangsal diazepam 2 kali 0,1 mg/kg menjelang tidur malam dan pagi pukul 06.00. Pasien sebelum operasi disiapkan di ruang persiapan. Berdasarkan hasil acak, pasien diberikan obat preemptive analgesia dexmedetomidine 0,4 ug/kg untuk kelompok D dan morfin 0,1 mg/kg untuk kelompok M, melalui infus drip selama 20 menit. Pasien diinduksi dengan propofol, fasilitas intubasi dengan tracrium, pemeliharaan dengan O2 50 %, N2O 50 % dan etrane sebagai agen inhalasi. 30 menit sebelum operasi selesai pasien mendapatkan analgetika ketorolak 0,5 mg/kg, diulang selang 6 jam. Data VAS dicatat berdasarkan hasil pengukuran 1 jam pasca operasi dan selang 6 jam berikutnya sebelum diberikan analgetika berikutnya dan data efek samping dicatat selama 24 jam. Statistik yang dipakai adalah chi square untuk data kategorikal dan independent t-test untuk data kontinyu dengan interval kepercayaan 95 %. Hasil uji statistik dianggap memiliki kesetaraan bermakna bila p < 0,05.
The objective of this study is to know the analgesics effect of dexmedetomidine than morphine intravenous as preemptive analgesia in order to prevent pain respon after orthopaedic surgery. Fifety-seven patients each (n1 = n2 = 27), men and women, ASA physical status I –II ( 18 – 50 years old), ideal body weigh, who are going to schedule for elective orthopaedic surgery under general anesthesia, allocated randomly to receive 0,4 ug/ kgbw dexmedetomidine or 0,1 mg/kgbw morphine intravenous as preemptive analgesia 20 minutes before start. 2 mg/kgbw propofol intravenous is for induction, muscle relaxant with atracrium 0,5 mg/kgbw and maintenance with oxygen 50 % , N20 50 % and normal ventilation. 30 minute before the procedure is completed, all patient recive 0,5 mg/kgbw ketorolak and repeated after 6 hour. Outcome measurenment will be based on VAS at 1h, 6h, 12h, 18h and 24h.. Data will be analyzed by using chi square for categorical data, and independent t – test for continue data. A p value 0f < 0,05 is considered statistically significance and determined by 95 % confident interval.
Kata Kunci : Preemptive Analgesia,Dexmedetomidine,Morfin,Nyeri Pasca Bedah Ortopedi, Preemptive analgesia, dexmedetomidine, morphine, VAS