Laporkan Masalah

Penggunaan Foto Udara untuk evaluasi jalur transmisi antara PLTU Telo dengan Gardu Induk Tallo Lama di Kota Makassar

SULAIMAN, Prof.Dr. H. Dulbahri

2005 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

Pembangunan jalur transmisi listrik berdampak bagi lingkungan apabila jalur transmisi tersebut melintasi kawasan permukiman ditinjau dari aspek keamanan. Jalur transmisi yang baik adalah jalur yang melewati daerah stabil dan aman bagi daerah yang dilintasinya. Adapun tujuan penelitian ini (1) mengkaji kemampuan foto udara pankromatik hitam putih dalam penyadapan data karakteristik lahan untuk evaluasi jalur transmisi, (2) mengkaji data jalur transmisi antara PLTU Tello dengan Gardu Induk Tallo lama berdasarkan kesesuaian lahan untuk jalur transmisi. Metode yang digunakan adalah interpretasi foto udara dengan didasarkan pada pendekatan satuan lahan yang dihasilkan dari tumpang susun peta penggunaan lahan, lereng, dan bentuklahan. Untuk menilai tingkat kesesuaian lahan dengan teknik pengharkatan (pemberian score) pada setiap parameter. Evaluasi jalur transmisi listrik berdasarkan pada peta kesesuaian lahan yang merupakan penilaian dari seluruh parameter data penentu kesesuaian lahan yaitu penggunaan lahan, lereng, aksesibilitas, jarak terhadap bangunan lain, dan daya dukung tanah. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1 : 5.000 mampu digunakan untuk penyadapan data karakteristik untuk evaluasi jalur transmisi dengan mengidentifikasi tower listrik. Berdasarkan hasil analisa peta kesesuaian lahan untuk jalur transmisi diperoleh 5 kelas, yaitu: kelas sangat sesuai (S1) adalah jalur transmisi yang melewati menara (Tower) transmisi 1 dan 18, kelas sesuai (S2) adalah jalur listrik yang melewati menara transmisi 2,6,7,9,10, dan 17, kelas cukup sesuai (S3) adalah jalur listrik yang melewati menara transmisi 8,11,12,13, dan 15, kelas kurang sesuai (N1) adalah menara transmisi 3,4, dan 14, dan kelas tidak sesuai (N2) adalah jalur transmisi yang melewati menara no 5.

The development of electricity transmission lane has an impact on environment, according to some security perspectives. Therefore, a good transmission lane is that if the areas which are passed are to be remained to be stable and safe. The purposes of this research are (1) to analyse the capability of panchromatic black and white aerial photograph obtaining the data of land characteristics for evaluating transmission lane, (2) to investigate and compare the land suitability for transmission lane between PLTU Tello and Gardu Induk Tallo Lama. The method which is carried out is the visual interpretation of the aerial photograph with a land unit approach, where land use, slope and landform were overlaid by scoring techniques. Electricity transmission lane was evaluated depending on the map of the land suitability by scoring, and parameters were used, namely: land use, slope, accessibility, distance from building, and soil bearing capacity. The result of this research shows that panchromatic black and white aerial photograph with scale 1 : 5.000 is able to obtain land characteristics for electricity transmission lane to identify electric towers. Accordingly, the result of the land suitability map for transmission lane reveals that S1 is a very good which included transmission towers 1 and 18, S2 good with 2, 6, 7, 9, 10, and 17, S3 is fair with 8, 11, 12, 13, and 15, N1 is little fair with 3, and 4, and lastly N2 is not fair with tower 5.

Kata Kunci : Foto Udara,Data Jalur Transmisi,Land Suitability, Evaluation, Transmission Lane


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.