Analisis efisiensi pelayanan resep Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta :: Penerapan Data Envelopment Analysis dan Metode Delphi
APRIANI IM., Mulia, Drs. Wakhid Slamet Ciptono, MBA.,MPM
2005 | Tesis | Ilmu Farmasi (Magister Manajemen Farmasi)Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang mempunyai fungsi bisnis dan fungsi sosial. Untuk dapat melakukan fungsinya sebuah rumah sakit harus dapat meningkatkan kinerjanya agar dapat memberikan pelayanan yang prima. Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah salah satu unit pelayanan di rumah sakit yang harus bisa meningkatkan pelayanan dalam menunjang efisiensi kinerjanya, agar mampu mendukung pelayanan kesehatan prima di Rumah Sakit. Oleh karena itu dirasa perlu melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat efisiensi pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan pada 19 IFRS pemerintah maupun swasta di propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu : Sleman, Wirosaban, Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, Ungaran, Muntilan, Ambarawa, Ketileng, PKU Muhammadiyah Yogyakarta, DKT Yogyakarta, Panti Waluyo Solo, Brayat Minulya Solo, Kasih Ibu Solo, Panti Wiloso Cipto Semarang, Panti Wiloso Citarum Semarang, Bakti Wiratamtama Semarang, Sultan Agung, dan Roemani Semarang dengan menggunakan data retrospektif pelayanan resep tahun 2002, 2003, 2004. Penelitian ini dilakukan dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan metode Delphi menggunakan program software POM for Windows dan SPSS (Descriptive Analysis). Selanjutnya dilakukan pengukuran rata-rata waktu standar pelayanan resep pada IFRS dengan melakukan observasi secara langsung. Pada tahun 2002, 2003, dan 2004 tingkat efisiensi relative pelayanan resep IFRS Pemerintah bervariasi dari tahun ke tahun ke tahun, kecuali IFRS Pemerintah di Wilayah Sleman, Ungaran, dan Ketileng, Semarang di mana tingkat efisiensinya stabil dari tahun ke tahun. Dari 3 periode tersebut terdapat penurunan efisiensi pada salah satu Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pemerintah, yaitu IFRS Wirosaban, hal ini disebabkan karena PFT tidak sepenuhnya didayagunakan. Untuk pelayanan IFRS Swasta tahun 2002 – 2004, tingkat efisiensi pelayanan resepnya juga bervariasi kecuali pada IFRS DKT Yogyakarta, Panti Wilosocipto Semarang dan Roemani Semarang yang tingkat efisiensinya stabil. Dari 3 periode tersebut, terdapat peningkatan efisiensi pada salah satu IFRS Swasta, yaitu : IFRS Sultan Agung Semarang. Hal ini disebabkan karena adanya kinerja yang baik dari tahun ke tahun.
The hospital is an organization that has business function and social function. To be able to does those functions, a hospital has to be able to increase it’s productivity to get the first-rate service. Hospital Pharmacy Installation is the one of service unit in a hospital that must increase the service to support the production efficiency, to be able to support first-rate health service in the hospital. Therefore, that’s important to do the research to know the recipe service rate in a Hospital Pharmacy Installation. The locations of this research are 19 Hospital Pharmacy Installations in the province of Central Java and the province of Daerah Istimewa Yogyakarta like : Sleman, Wirosaban, Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, Ungaran, Muntilan, Ambarawa, Ketileng, PKU Muhammadiyah Yogyakarta, DKT Yogyakarta, Panti Waluyo Solo, Brayat Minunya Solo, Kasih Ibu Solo, Panti Wilosocipto Semarang, Panti Wilosocitarum Semarang, Bakti Wiratamtama Semarang, Sultan Agung, dan Roemani Semarang by the recipe service retrospective data by the year 2002, 2003, and 2004. This research was done by using Data Envelopment Analysis (DEA) method within POM for Windows and SPSS 1.5 to compare the results (government and private Hospital Pharmacy Installations technical efficiency) and Delphi method. Following those methods, there was measuring the standard time of recipe service to do the observation directly. By the years of 2002, 2003, and 2004, Hospital Pharmacy Installations’ relative efficiency recipe service rate has variances year by year. Except, Government Hospital Pharmacy Installations at Sleman, Ungaran and Ketileng those the efficiencies rate get the constant point year by year. From those third periods, there were efficiency declining in one of the government Hospital Pharmacy Installations that was Wirosaban’s Hospital Pharmacy Installations, this is caused by not-completed implementation policy. Whereas, Private Hospital Pharmacy Installations’ relative efficiency rate of recipe service have variances to, except DKT’s Hospital Pharmacy Installations, Panti Wilosocipto Semarang dan Roemani Semarang Hospital Pharmacy Installations that the efficiency rate stable year by year. In those three periods, there was efficiency increasing in the one of the Private Hospital Pharmacy Installations. It was because of good productivity year by year.
Kata Kunci : Instalasi Farmasi Rumah Sakit,Pelayanan Resep,IFRS, efficiency, DEA