Laporkan Masalah

Isolasi dan identifikasi senyawa Flavonoid Antioksidan penangkap radikal dari Daun Kepel (Stelechocarpus burahol (Bl.) Hook f. and Th.)

SUNARNI, Titik, Prof.Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA.,Apt

2006 | Tesis | Ilmu Farmasi

Stress oksidatif, yang dinduksi oleh radikal, telah lama diketahui ikut mempengaruhi terjadinya berbagai penyakit degeneratif atau proses patologik seperti kanker, penyakit jantung koroner dan penuaan dini. Tubuh tidak mempunyai sistem pertahanan antioksidan dalam jumlah yang berlebihan, sehingga membutuhkan antioksidan eksogen melalui makanan atau asupan nutrisi lainnya. Adanya kekhawatiran akan kemungkinan efek samping yang belum diketahui dari antioksidan sintetik maka telah terjadi pergeseran penggunaan antioksidan. Banyak pengguna yang sangat menghindari antioksidan sintetik sehingga antioksidan alami menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan. Khususnya dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan minat untuk mendapatkan antioksidan alami. Sebagai upaya dalam pencarian senyawa antioksidan alami maka telah dilakukan penelitian kandungan flavonoid antioksidan penangkap radikal dari daun Stelechocarpus burahol (Bl.) Hook f. & Th. yang secara tradisional telah banyak digunakan sebagai penurun kadar asam urat. Daun S. burahol yang telah dikeringkan diinfundasi dengan air. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dan difraksinasi dengan etanol untuk mendapatkan fraksi etanol. Fraksi etanol yang diperoleh dipisahkan dengan cara kromatografi kertas preparatif. Kromatografi dilakukan secara berulang dengan sistem fase gerak yang berbeda hingga didapatkan isolat yang murni secara kromatografi kertas. Isolat yang diperoleh diuji aktivitasnya sebagai antioksidan penangkap radikal dengan metode penangkapan radikal DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Identifikasi flavonoid dilakukan berdasarkan hubungan antara warna bercak dan struktur flavonoid, hubungan antara panjang gelombang maksimum dari spektrum UV dengan atau tanpa penambahan pereaksi diagnostik. Untuk isolat yang paling aktif dilanjutkan ke analisis spektrum FT-IR dan ¹H-NMR. Semua isolat yang diperoleh mempunyai aktivitas antioksidan penangkap radikal. Berdasarkan hasil identifikasi, kelima isolat tersebut diduga sebagai senyawa flavon dengan gugus OH pada C-7, C-3', C-4' dan O-gula pada C-5 (A1); flavon dengan gugus OH pada C-5, C-4' dan O-tersubstitusi pada C-7, C-3 (B2); flavon dengan gugus OH pada C-5, C-7, C-4' dan O-gula pada C-3 (B3); flavon dengan gugus OH pada C-3, C-7, C-4' (B4a); flavon dengan gugus OH pada C-3, C-7, C-3', C-4' dan metil pada C-5 (B4b). Isolat terakhir diketahui mempunyai aktivitas antioksidan penangkap radikal paling aktif dengan EC50 6,43 μg/ml.

Oxidative stres, induced by radical, has long been known to be involved in the degenerative or pathological processes such as cancer, coronary heart disease and aging. Humans do not have a large excess of antioxidant defences, so they need exogen antioxidant. However, the unknown adverse effect of synthetic antioxidant have shifted attention of consumers. They are increasingly avoiding to use antioxidant of chemical original and natural alternative are therefore needed. In the recent years, there has been increasing interest in finding natural antioxidant. In order for screening natural antioxidant, the research about flavonoid compound as antioxidant, free radical scavenging, of the Stelechocarpus burahol (Bl.) Hook f. & Th leaves has been done. The plant is traditionally used in the treatment uric acid diseases. The air-dried leaves of S. burahol were extracted with water by infusion method. The result extract was concentrated and then suspended in ethanol to produce ethanol fraction. The ethanol fraction was paper chromatographed. The preparative paper chromatography method are repeated led to the isolation of isolate which is paper chromatographically pure. Their antioxidant activities were done by the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) radical scavenging method. The isolated flavonoid was analyzed by using spectrophotometer UV-Vis with or without the addition of diagnostic reagent. The isolate which exhibited strong activity were analyzed using spectrophotometer FT-IR in potassium bromide and ¹H-NMR with DMSO-d6 as the solvent. The all isolated flavonoid showed activity as DPPH scavenger. They were identified by spectral data and was pressumed as flavon with OH on C-7, C-3', C- 4' and O-glycosyl on C-5 (A1); flavon with OH on C-5, C-4' and O-substituted on C-7, C-3 (B2); flavon with OH on C-5, C-7, C-4' and O-glycosyl on C-3 (B3); flavon with OH on C-3, C-7 and C-4' (B4a); flavon with OH on C-3, C-7, C-3', C-4' and methyl on C-5 (B4b). Among these isolate, B4b exhibited a strong free radical scavenging with an EC50 value of 6.43 μg/ml.

Kata Kunci : Senyawa Flavonoid,Antioksidan,Daun Kepel,Asam Urat,Stelechocarpus burahol, isolation, flavonoid, antioxidant, DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.