Laporkan Masalah

Evaluasi penggunaan lahan untuk pemanfaatan ruang di sebagian Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah

WIDYASTUTI, Dr. H. Suratman Woro, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan lahan, mengetahui perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan ruang serta memberikan arahan tata guna lahan di sebagian Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Satuan lahan merupakan satuan pemetaan yang diperoleh berdasarkan tumpangsusun antara peta bentuklahan, lereng dan penggunaan lahan. Penelitian ini memanfaatkan sumber data berupa citra Landsat ETM+ serta pengolahan data dilakukan secara digital menggunakan LCLP (Land Classification and Land Use Planning) dan SIG (Sistem Informasi Geografis) disertai kerja lapangan. Hasil penelitian diperoleh luas kelas kemampuan lahan di daerah penelitian yaitu: kelas I seluas 12,16 km2, kelas II 342,11 km2, kelas III 271,90 km2, kelas IV 711,51 km2 dan kelas VI 1.209,42 km2. Adanya penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan fungsi pemanfaatan ruang, dapat diketahui dengan persentase luas kesesuaiannya. Kategori sesuai dengan kawasan lindung sekitar 29,06 %, sesuai dengan kawasan budidaya 54,44 %, tidak sesuai dengan kawasan budidaya 5,68 % dan tidak sesuai dengan kawasan lindung 10,82 %. Pada kawasan lindung terdapat permukiman, perkebunan, persawahan, semak/belukar, dan tanah terbuka. Arahan tata guna lahan pada kawasan lindung, yaitu: perlu dipertahankan luas kawasan lindung yang ada serta mengendalikan kegiatan budidaya yang ada di kawasan lindung. Selain itu pada kawasan lindung yang berdekatan dengan kawasan perdesaan, perkotaan atau kawasan tertentu, dipilih jenis penggunaan lahan yang sesuai dengan potensi lahannya. Selain itu kawasan rawan bencana dipilih jenis penggunaan berupa tegalan/ladang atau pertanian ekstensif. Pada kawasan budidaya yang berdekatan dengan kawasan lindung dikembangkan kawasan penyangga.

The research aims to evaluate land capability, to identify land use change that is irrelevant with the guideline of spatial use function, and to provide guideline of land use in some regions in Donggala regency, Central Sulawesi Province. Land unit is a mapping unit based on an overlap between land shape, slope, and land use. The research uses data sources in the forms of ETM+ Landsat images and digital data processing using LCLP (Land Classification and Land Use Planning) and SIG (Sistem Informasi Geografis) as well as field work. The research results give the class size of land capability in the research location as in the following: Class I 12.16 km2, class II 342.11 km2, class III 271.90 km2, class IV 711.51 km2 and class VI 1209.42 km2. The land use that is irrelevant with spatial use function can be identified from the percentage of size of its appropriate use. The proper use for reserve is 29.06%, and for cultivation 54.44%, while the irrelevant use for cultivation is 5.68% and for reserve 10.82%. There are settlement, plantations, rice-fields, bushes, and open spaces in the reserve. The guideline of land use for natural reserve is that it is urgent to maintain the existing size of reserve and to control cultivation activities within the reserve. In addition, for the reserve bordering rural areas, urban areas or other areas, it needs a type of land use relevant with the land potential. For the disaster-prone area, it needs a type of land use in the form of plantation or extensive agriculture. For the cultivation area bordering the reserve, it needs a buffer area.

Kata Kunci : Geografi Fisik,Tata Guna Lahan,Penataan Ruang, land use, land capability, land function relevance, land use arrangement.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.