Laporkan Masalah

Dampak pengelolaan fisik tanah terhadap produksi jagung (Zea Mays L.) dan efisiensi pemupukan nitrogen dalam sistem pertanian surjan di vertisol

SASMITA, Rr. Kurnia Dewi, Dr.Ir. M. Dradjad

2006 | Tesis | S2 Ilmu Tanah

Penelitian lapangan ini bertujuan untuk mengetahui dampak sistem pengelolaan fisik tanah berupa sistem pengolahan tanah terhadap produksi jagung dan efisiensi pemupukan N pada lahan bersistem surjan di Vertisol telah dilaksanakan di lahan tadah hujan bersistem surjan yang berlokasi di desa Bendungan, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - September 2005. Percobaan disusun menggunakan rancangan split plot, dengan pola faktorial 2 x 4 dengan 3 blok sebagai ulangan. Pola percobaan ini dilaksanakan pada masing-masing bagian surjan yaitu : guludan dan alur surjan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah sistem pengolahan tanah yang terdiri dari sistem tanpa olah (T0) dan sistem pengolahan tanah konvensional (T1), sedangkan faktor kedua sebagai anak petak adalah takaran pupuk nitrogen (N) yang terdiri dari kontrol (N0), 45 kg/ha (N1), 90 kg/ha (N2) dan 135 kg/ha(N3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengolahan tanah tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan sifat fisik tanah baik pada guludan dan alur, dengan sistem pengolahan konvensional secara tidak nyata menurunkan berat volume tanah, meningkatkan porositas total tanah dan meningkatkan permeabilitas tanah. Sistem pengolahan tanah juga tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan N total dan N tersedia tanah. Guludan memberikan tanggapan positif terhadap sistem tanpa olah. Sistem tanpa olah pada guludan dapat meningkatkan secara tidak nyata pertumbuhan tinggi tanaman, BS dan BK trubus, berat tongkol dan berat pipilan tetapi menurunkan secara tidak nyata BS dan BK akar, berat 100 biji, konsentrasi dan serapan N trubus dan akar, sedangkan alur surjan memberikan tanggapan negatif terhadap sistem tanpa olah yang secara tidak nyata menurunkan semua parameter pertumbuhan dan produksi tanaman. Pemupukan N meningkatkan secara nyata ketersediaan N tanah, semua parameter pertumbuhan tanaman dan produksi tanaman jagung pada guludan dan alur surjan. Hasil produksi tertinggi di guludan dan alur surjan dicapai pada takaran pupuk N 135 kg/ha Sistem pengolahan tanah dan pemupukan N di guludan dan alur, tidak menghasilkan interaksi yang nyata terhadap ketersediaan N tanah dan produksi tanaman jagung sehingga efisiensi pemupukan N pada kedua sistem pengolahan tanah relatif sama.

The field experiment was conducted to study the impact of physical soil management with tillage systems on growth and yield of corn and nitrogen fertilizer efficiency in the surjan system from Vertisol. Location of this experiment is rainfeed area of surjan system at Bendungan villages, Kulon Progo district, Yogyakarta province from April to September 2005. The experiment used two subsystems surjan, i.e. surjan furrow (alur) and surjan ridge (guludan), each have a split-plot design with factorial treatments 2 x 4 and three replications. The first factor was tillage systems as mainplots , i.e. no tillage (T0) and conventional tillage (T1). The second factor was rates of nitrogen (N) fertilizer as subplots, i.e. control (N0), 45 kg/ha (N1), 90 kg/ha (N1) and 135 kg/ha (N3). The result of experiment was tillage systems application not significantly effected soil physical properties at surjan ridge and surjan furrow. Conventional tillage (T1) not significantly decreased bulk density and increased total pore space and hydraulic conductivity. Tillage systems application also not significantly effected total N concentration and available N in soil. Surjan ridge had a positive response to no tillage (T0), which T0 not significantly increased corn growth (plant height and weight of shoot) and grain yields, however T0 not significantly decreased weight of root, N uptake in shoot and root, N concentrations in shoot and root, and weight of 100 corn grain. Surjan furrow had a negative response to T0, which T0 not significantly decreased all parameters of the growth and yield of corn. Nitrogen fertilizer significantly increased available N and all parameters of growth and yield of corn at surjan ridge and surjan furrow. The highest yield was resulted by 135 kg N/ha rate in both surjan ridge and surjan furrow. There was no significant interaction effect detected from tillage systems and rates of N fertilizer to available N in soil and yield of corn, therefore efficiency of N fertilizer were similar at two tillage system, in both surjan ridge and surjan furrow.

Kata Kunci : Pengolahan Tanah Pertanian,Pemupukan Nitrogen,Pertanian Surjan,Soil tillage systems, N fertilizer, Corn, Surjan system, Vertisol


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.