Pengaruh aplikasi subletal metoksifenosida dan Bacillus Thuringiensis terhadap konsumsi dan pemanfaatan pakan oleh Helicoverpa Armigera
CAHAYANTI, Sherafina Reni, Dr.Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hama TumbuhanLarva Helicoverpa armigera yang baru saja molting memasuki instar empat digunakan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi subletal metoksifenosida dan Bacillus thuringiensis terhadap konsumsi dan pemanfaatan pakan. Larva H. armigera dipaparkan pada pakan buatan yang telah diperlakukan dengan metoksifenosida dan B. thuringiensis. Pengukuran pertambahan berat serangga, pakan yang ditelan dan feses digunakan untuk mengetahui indeks konsumsi dan pemanfaatan pakan, sedangkan data tentang pertumbuhan dan perkembangan digunakan sebagai data penunjang. Perlakuan konsentrasi subletal metoksifenosida dan B. thuringiensis mampu menurunkan nilai GR, ECI dan ECD. Nilai CI dan AD pada perlakuan B. thuringiensis dan metoksifenosida pada konsentrasi 2,5, 20 dan 40 ppm tidak berbeda nyata dengan kontrol, meskipun cenderung menurun dengan meningkatnya konsentrasi. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah pakan yang ditelan dan pakan yang dicerna pada perlakuan B. thuringiensis dan kontrol sama banyak. Nilai CI pada konsentrasi 5 dan 10 ppm dan nilai AD pada konsentrasi 20 dan 40 ppm perlakuan metoksifenosida lebih tinggi dari kontrol. Hal ini merupakan respon H. armigera terhadap perubahan kualitas pakan. Perlakuan metoksifenosida berpengaruh pada perkembangan fisik pupa, karena persentase pupa cacat meningkat sebanding dengan meningkatnya konsentrasi. Keberhasilan larva menjadi imago pada kedua perlakuan menunjukkan beda nyata dengan kontrol. Fekunditas dan vialibitas semakin rendah dengan meningkatnya konsentrasi metoksifenosida maupun B. thuringiensis. Aplikasi subletal B. thuringiensis dan metoksifenosida mampu menurunkan kemampuan H. armigera dalam mengubah pakan yang ditelan dan dicerna menjadi substasi tubuh yang pada akhirnya mampu menghambat perkembangan larva, menurunkan fekunditas dan viabilitas H. armigera.
Sublethal effects of methoxyfenozide and Bacillus thuringiensis on consumption and utilization of food was studied using newly molted Helicoverpa armigera fourth instars. H. armigera was exposed to artificial diet treated with a series of concentrations of methoxyfenozide and B. thuringiensis. To determine nutritional indices and the food ingested, the feces and larvae were weighted daily. Data of growth and development of H. armigera was used as supplementary data. The results showed that application of sublethal concentrations of B. thuringiensis and methoxyfenozide caused significantly decrease in GR, ECI and ECD values. The CI and AD values of larvae fed on sublethal B. thuringiensis, 2.5, 20 and 40 ppm methoxyfenozide tend to decline, no significant different was observed on these values. These findings indicate that the treated larvae were as efficient as those fed on controls in ingesting and digesting ingested food. The CI values of 5 and 10 ppm methoxyfenozide and the AD values of 20 and 40 ppm methoxyfenozide were higher than the controls, indicating H. armigera responded to changing in the quality of food. Application of sublethal concentrations of methoxyfenozide affected physical development of pupae. The number of abnormal pupae increased with increasing methoxyfenozide concentration. The number of larvae succeeded to become adults after application of B. thuringiensis and methoxyfenozide were lower than their controls. The fecundity and viability of H. armigera produced from larvae treated with B. thuringiensis and methoxyfenozide decreased with increasing the concentrations of insecticides. These findings indicate that ingestion of sublethal concentrations of B. thuringiensis and methoxyfenozide reduced the efficiency of conversion of ingested and digested food to biomass which eventually inhibited the larval development, fecundity of female and viability of eggs.
Kata Kunci : Hama Tanaman,Larva H Armigera,Dosis Subletal Metoksifenosida, methoxyfenozide, B. thuringiensis, food consumption and utilization, H. armigera