Laporkan Masalah

Perilaku petani terhadap risiko usahatani tembakau di Kabupaten Magelang

IHSANUDIN, Prof.Dr.Ir. Masyhuri

2006 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Tanaman tembakau merupakan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Di sisi lain komoditas ini memiliki risiko biaya, produksi, harga dan pendapatan. Selain memperhatikan pendapatan petani juga memperhatikan pada risiko yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani tembakau jenis Temanggung dan jenis Muntilan, mengetahui risiko biaya, produksi, harga dan pendapatan tembakau jenis Temanggung dan tembakau jenis Muntilan serta untuk mengetahui perilaku petani terhadap risiko usahatani tembakau jenis Temanggung dan tembakau jenis Muntilan. Terakhir, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku petani terhadap risiko berdasarkan faktor umur petani, pengalaman petani, pendidikan petani, jumlah tanggungan keluarga luas lahan dan pendapatan petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan petani yang melakukan usahatani tembakau jenis Temanggung dan jenis Muntilan tidak mengalami perbedaan. Risiko biaya, produksi, harga dan pendapatan usahatani tembakau jenis Temanggung lebih tinggi jika dibandingkan usahatani tembakau jenis Muntilan. Petani yang mempunyai perilaku menerima risiko lebih banyak jika dibandingkan dengan perilaku netral dan menolak risiko. Perilaku petani terhadap risiko adalah berbeda didasarkan pada faktor pendapatan. Sementara perilaku petani terhadap risiko tidak mengalami perbedaan berdasarkan faktor umur petani, pengalaman petani, pendidikan petani, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan.

Tobacco is one of commodities that have high economical value. In the other side, this commodity has high risk of cost, production, price and income. Therefore, the farmer focuses on their income and risk. This research had aimed to find out the differences of Temanggung tobacco farming income and Muntilan tobacco farming income, the risk of cost, production, price and income of Temanggung tobacco and Muntilan tobacco farming and to find out the farmer attitude when they had decide to fight the risk of Temanggung tobacco and Muntilan tobacco farming. Finally, this research has aimed to find out farmer attitude differences to the risk based on age of farmer, farmer experiences, farmer education, number of family member, wide of land and farmer income. The results show that farmer income of Temanggung tobacco and Muntilan tobacco is identical. The risk of cost, production, price and income in Temanggung tobacco farming is higher than Muntilan tobacco. The farmer that has risk lover attitude is more than neutral and averter attitude. Then, farmer risk attitude is different based on income tobacco farming. While, farmer risk attitude is not different based on age of farmer, farmer experiences, and farmer education, number of family member and wide of land.

Kata Kunci : Usahatani Tembakau,Perilaku Petani,Risk, Risk Attitude, and Tobacco


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.