Laporkan Masalah

Dampak kualitas pelayanan irigasi terhadap produksi, pendapatan dan distribusi pendapatan usahatani padi sawah di daerah irigasi Kalibawang

SUKADARYANTO, Prof.Dr.Ir. Irham, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Salah satu faktor produksi dalam usahatani padi sawah beririgasi adalah penyediaan air irigasi. Tanaman padi sawah akan berproduksi optimal bila kebutuhan air irigasinya terpenuhi dengan baik dari aspek kecukupan jumlah, ketepatan waktu dan kemerataan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan irigasi di DI (sistem) Kalibawa ng dari ketiga aspek tersebut dan dampaknya terhadap produksi, pendapatan dan distribusi pendapatan usahatani padi sawah beririgasi. Data yang digunakan adalah data primer hasil penelitian PSPK UGM. Metode pengumpulan data secara cluster random sampling dengan 233 petani sebagai unit analisis terdiri dari 107 bagian hulu, 51 bagian tengah dan bagian hilir 75 responden. Untuk mengetahui kualitas pelayanan di lakukan dengan metode pembobotan (scoring ), sedangkan untuk mengetahui dampaknya (pengaruh) terhadap produksi, hasil pembobotan dikembangkan dengan analisis Cobb-Douglas. Uji t-test dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan pendapatan, sedangkan distribusi pendapatan dilihat dari besarnya nilai Indeks Gini dan kurva Lorenz. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 73.3% petani mendapatkan kualitas pelayanan irigasi kategori baik dan 26.7% kategori kurang dan secara statistik tidak terdapat perbedaan nyata kualitas pelayanan irigasi antara bagian hulu, tengah dan hilir. Faktor produksi luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk KCL, jumlah tenaga kerja dan kualitas pelayanan irigasi secara statistik berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah. Produksi padi dengan kualitas pelayanan irigasi kategori baik adalah 39.52 kw/ha, sedangkan dengan kualitas pelayanan irigasi kurang adalah 31.76 kw/ha. Pendapatan usahatani dengan kualitas pelayanan irigasi kategori baik sebesar Rp 2,682,967/ha dan lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan usahatani dengan kualitas pelayanan irigasi kategori kurang ya itu Rp 1,216,967/ha yang secara statistik berbeda nyata. Sementara, distribusi pendapatan usahatani dengan kualitas pelayanan irigasi ketegori baik mempunyai indeks Gini 0.553, sedangkan distribusi pendapatan usahatani dengan kualitas pelayanan irigasi kategori kurang indek Gini adalah 0.632. Artinya, bahwa distribusi pendapatan usahatani dengan kualitas pelayanan irigasi kategori baik lebih merata dibandingkan usahatani dengan kualitas pelayanan irigasi kategori kurang.

One of production factor in irrigation lowland-rice farm is irrigation water supplying. Crop of lowland rice will produce optimally if irrigation water supply is well suited of three aspect, it is adequacy of amount, timeliness of water delivery, and equity of water distribution. This research is intended to know quality of irrigation service in Kalibawang Irrigation Scheme of its aspects and the impacts towards production, income, and income distribution of irrigation lowland rice-farm management. This study uses primary data of the research project “Pro-poor Intervention Strategies in Irrigated Agriculture in Indonesia“ was conducted by PSPK UGM in year 2002. There were 233 respondent of farmers selected through cluster random sampling consist of 107 farmers in head (upstream), 51 farmers in middle, and 75 farmers in tail (downstream). To know the quality of irrigation service is done with the scoring method, while to know its impact towards production, result of scoring are developed with the Cobb-Douglas analysis. The t-test is used to know the farm income difference, while income distribution is seen from value of Gini Index and Lorenz curve. The result shows that 73,3% farmers get the quality of good category irrigation services & 26,7% in less category and not significant statistically between head, middle and tail. Production factor such as land area, amount of seed, amount of urea fertilizer, amount of KCL fertilizer, number of labour and quality of irrigation service, actually are real influenced towards lowland rice production. Rice production with quality of irrigation services in good category is 39.52kw/ha and it is higher than less category is 31.76 kw/ha. Average income of low-land rice farm management by quality of good category irrigation service is Rp 2,682,967/ha and and its higher than farm income with quality of irrigation service in less category that is Rp 1,216,967/ha with significant statistically. Meanwhile, Gini index of lowland rice-farm management by quality of good category irrigation service is 0.553, and by quality of less category irrigation service is 0.632. Its means that farm income distribution with quality of irrigation service in good category is flater than the farm income distribution with quality of irrigation service in less category.

Kata Kunci : Usahatani Padi Sawah,Pendapatan dan Distribusi,Kualitas Irigasi,quality of irrigation services, income, income distribution, Gini Index


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.