Laporkan Masalah

Analisis hubungan antara produktivitas dan lokasi tanah pertanian dengan besarnya pajak tanah dan ketepatan waktu petani dalam membayar pajak tanah di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

DEWI, Affi Kusuma, Prof.Dr.Ir. Irham, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Tanah pertanian merupakan salah satu obyek pajak bumi dan bangunan. Perkembangan kota ke daerah pinggiran telah meningkatkan harga tanah yang pada akhirnya akan meningkatkan pajak tanah. Peningkatan harga tanah lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan penerimaan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis hubungan antara produktivitas dan lokasi tanah dengan besarnya pajak tanah (2) mengetahui proporsi pajak tanah terhadap pendapatan usahatani dan pendapatan keluarga (3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proporsi pajak tanah terhadap pendapatan keluarga (4) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu petani dalam membayar pajak tanah. Penelitian ini berlokasi di kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Petani sampel adalah petani yang mempunyai tanah pertanian dan bertempat tinggal di kecamatan Depok. Jumlah sampel 60 petani terdiri dari 33 petani desa Maguwoharjo dan 27 petani desa Condongcatur yang diambil secara acak proporsional. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Pearson, persentase, regresi linier, dan regresi logit. Hasil analisis menunjukan tidak terdapat hubungan antara produktivitas tanah dengan pajak tanah. Lokasi tanah pertanian juga tidak berhubungan dengan pajak tanah, tetapi lokasi tanah berhubungan dengan harga tanah yang menentukan besarnya pajak tanah. Besarnya pajak tanah 14,63 % dari pendapatan usahatani dan 2,23 % dari pendapatan keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi proporsi pajak tanah terhadap pendapatan keluarga adalah luas lahan dan pendapatan luar usahatani. Luas lahan berpengaruh positif sedangkan pendapatan luar usahatani berpengaruh negatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu petani dalam membayar pajak tanah adalah lokasi desa. Petani desa Maguwoharjo lebih berpeluang membayar pajak tanah tepat waktu dibandingkan petani desa Condongcatur.

Agricultural land is an object of land and property tax. The development of the city to the urban fringe will increase the land price and at last will increase the land tax. The land price increase higher than the agricultural income at the urban fringe. The aimed of the research are (1) to study the relationship between productivity and the location of agricultural land with the land tax (2) to study the proportion of land tax from agricultural and family income (3) to study the influence factors for proportion of land tax from family income (4) to study the influence factors for the time that farmers pay their land tax. The research located at Depok district, Sleman regency. The data that used for the research is primary data. The samples are farmers who owned agricultural land and lived at Depok district. The samples consist of 60 farmers, 33 farmers from Maguwoharjo village and 27 farmers from Condongcatur village. The analyze method for the research are Pearson correlation, percentage, linier regression, and logit regression. The result shows that there is no relationship between productivity and the land tax. The location of agricultural land neither has relationship with the land tax, but has relationship with the land price wich decide the land tax. The land tax is 14,63% from the agricultural income and 2,23% from the family income. The influence factors for the proportion of land tax from the family income are acre of the agricultural land and non agricultural income. Acre of the agricultural land has positive influence and non agricultural income has negative influence. Factors influence for the time that famers pay their land tax is location of the village. The famers from Maguwoharjo village have bigger probability to pay the land tax right on time.

Kata Kunci : Tanah Pertanian,Lokasi dan Produktivitas,Pajak Tanah,land tax, farmers, agricultural land


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.