Laporkan Masalah

Hubjngan manajemen laba menjelang IPO dengan nilai awal perusahaan dan Return Saham setelah IPO

RAHARJONO, Dominikus Agus Budi, Prof.Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA

2005 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini bertujuan memberikan bukti empiris tentang hubungan manajemen laba (diukur dengan akrual diskresioner) menjelang perusahaan melakukan penawaran umum perdana (Intial Public Offerings/ IPO) dan nilai awal perusahaan serta hubungan antara manajemen laba menjelang IPO dan kinerja perusahaan setelah IPO (diukur dengan return saham kumulatif). Manajemen laba menjelang IPO oleh perusahaan dilakukan akibat adanya asimetri informasi antara manajemen dan investor. Biasanya, Investor hanya memiliki sedikit informasi tentang perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana selain yang terdapat di dalam prospektus. Ada dua perspektif tentang manajemen laba: information perspective dan opportunistic perspective. Dalam informational perspective, manajemen laba merupakan alat bagi manajer untuk menyatakan kepada investor ekspektasi mereka terhadap aliran kas masa datang perusahaan. Dalam opportunistic perspective, manajemen laba dilakukan agar pengungkapan laba menjadi tidak akurat dan menyesatkan yang mengakibatkan penilaian investor tentang risiko perusahaan tidak tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara akrual diskresioner pada periode satu tahun sebelum IPO dan nilai IPO adalah positif dan signifikan. Ini membuktikan bahwa adanya asimetri informasi antara perusahaan dan penjamin emisi dan adanya keinginan perusahaan untuk mendapatkan nilai positip dari pasar, menimbulkan dorongan dalam diri manajer atau pemilik perusahaan yang sedang IPO untuk memanipulasi, atau mengatur, laba (melakukan manajemen laba). Penelitian ini tidak berhasil menunjukkan bahwa manajemen laba yang dilakukan perusahaan menjelang IPO bersifat informatif ataukah oportunistik karena tidak menemukan hubungan antara akrual diskresioner sebelum IPO dan return saham setelah IPO.

This research examines the relationship between pre-IPO earnings management (measured by discretionary accruals) and initial firm value as well as the relationship between earnings management and post-IPO firm’s performance (measured by post- IPO firm’cummulative stock return). Firms make earnings management prior to IPO because an informational asymmetry exists between managers and investors. Generally, there is little publicly available information about firms at the time of IPO other than that contained in their offering prospectuses. There are two perspectives of earnings management: informational perspective and opportunistic perspective. When earnings management is used as a tool to state their future cash flows expectation to investor, it is an informational perspective; but when earnings management is used as a tool to make inaccurate (misleading) earnings information so that investors can not make right valuation about the risk of the firm, it is an opportunistic perspective. This study shows that the relationship between discretionary accruals in pre-IPO period and initial firm value is significantly positive. It indicates that an informational asymmetry exists between the manager taking his firm going public and potential investors. Under these conditions an incentive may arise for firms to manipulate, or, manage, reported earnings. This study does not provide evidence that there is a relationship between discretionary accruals and firm’s post-IPO stock return. Consequently, this stud y can not show that earnings management prior to IPO is informational perspective or opportunistic perspective.

Kata Kunci : IPO,Manajemen Laba,Return Saham,Initial Public Offering, Discretionary Accruals, Initial Firm Value, Information Asymmetry, Informational Perspective, and Opportunistic Perspective

  1. S2-PAS-2005-Dominikus_Agus_Budi_Raharjono-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2005-Dominikus_Agus_Budi_Raharjono-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2005-Dominikus_Agus_Budi_Raharjono-TableofContent.pdf  
  4. S2-PAS-2005-Dominikus_Agus_Budi_Raharjono-Title.pdf