Analisa pengaruh hari dan pasaran Jawa pada Bursa Efek Jakarta
SAFIQ, Muhamad, Prof.Dr. Jogiyanto HM., MBA
2006 | Tesis | S2 AkuntansiBeberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda mengenai day of the week effect (Monday effect, weekend effect) yang telah dilakukan di bursa efek dalam negeri maupun luar negeri. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti di Bursa Efek Jakarta seperti Wibisono, Sukirno, dan Sukamto (1996), Yuanto dan Wong (1999), menemukan bahwa di BEJ terjadi day of the week effect yang mana return terendah terjadi pada hari Selasa dan return tertinggi terjadi pada hari Jumat. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan penelitian sebelumnya apakah di Bursa Efek Jakarta terdapat day of the week effect (Tuesday effect maupun weekend effect). Adapun data yang digunakan dalam penelitian adalah return harian saham (berdasarkan closing price) perusahaan yang selalu berada dalam LQ-45 selama 5 (lima) periode dimulai dari tahun 2000 sampai dengan 2004. Sedangkan, untuk menguji hipotesis peneliti menggunakan uji regresi berganda dengan menggunakan dummy variables. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode penelitian telah terjadi day of the week effect (Monday effect) yang mana secara signifikan (probability = 0.0001*) return hari perdagangan Senin merupakan return terendah (negatif) selama seminggu yaitu sebesar (-0.004984) dibandingkan dengan hari perdagangan lainnya yang positif. Selain itu, hari buruk menurut masyarakat Jawa juga berpengaruh terhadap rata-rata return harian saham. Hal itu ditunjukkan dengan probability atau signifikansi yang berada pada tingkat 1% (0.0047*). Namun pengaruh hari buruk menurut masyarakat Jawa yang seharusnya negatif ternyata hasilnya positif. Hal itu disebabkan para pelaku di BEJ tidak percaya terhadap hari buruk tetapi lebih percaya pada hari baik. Sedangkan pengaruh hari baik menurut masyarakat Jawa menunjukkan pengaruh yang signifikan pada tingkat 10% yaitu sebesar 0.0716.
There are several researches that have been done on Indonesian Capital Market and Foreign Capital Market. The researches examined day of the week effect and Monday effect. Each research showed different result. Wibisono, Sukirno, and Sukamto (1996) and Yuanto and Wong (1999) found that the lowest return happen on Tuesday, while the highest return happen on Friday. Based on these researches, researcher would like to find out the result of day of the week effect on Jakarta Stock Exchange. This research used companies’ daily closing price. The companies which are used on this research are companies that always exist as 45 top liquid companies during 2000 – 2004. To test the hypothesis, researcher used multiple regressions with dummy variables. The result showed that there was Monday effect with significance value of 0.0001. It means that Monday’s return is the lowest return between other day of the week returns. The lowest return is -0.004984. Meanwhile the Javanese worst day give effect on daily return. It was based on significance value of 0.0047. But, the Javanese bad day gave positive return. It is because of Jakarta Stock Exchange investors did not believe on Javanese bad day. Vice versa, they believe on the Javanese good day. The Javanese good day gave effect on daily return with significance level of 10% (significance value of 0.0716).
Kata Kunci : BEJ, Pasar Efisien, Hari Krusial Jawa, day of the week effect, Monday effect, Javanese crucial days.