Arisan sebagai media dakwah :: Studi kasus dalam Trah Sami rahayu di desa Kebarongan Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas
NAWAWI, Dr. Irwan Abdullah
2006 | Tesis | S2 AntropologiArisan merupakan salah satu bentuk institusi sosial yang ada dalam masyarakat. Arisan dibentuk oleh sekelompok orang secara sukarela berdasarkan ikatan tertentu, misalnya pekerjaan, etnis, agama, dan sebagainya. Perkumpulan arisan mengadakan pertemuan secara teratur dengan mengumpulkan sejumlah uang diantara anggotanya, kemudian diberikan kepada seseorang atau beberapa orang berdasarkan kesepakatan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan fungsi arisan yang di dalamnya mencakup dua aspek penting, yaitu aspek ekonomi dan aspek sosial. Aspek ekonomi dari arisan sebagai sarana menabung dan mekanisme mengarahkan sumber daya keuangan, sedang aspek sosialnya untuk mempererat solidaritas sosial sehingga tercipta suatu keharmonisan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif, data diperoleh dengan cara observasi partisipasi, wawancara mendalam, dengan informan-informan terpilih dan dengan dokumentasi. Analisa data dilakukan sejak awal peneltian hingga tahap penulisan. Data yang ada ditelaah secara mendalam, ditelusuri serta dianalisa termasuk kemungkinan-kemungkinan adanya hubungan kategori yang ada Dari hasil penelitian dapat diketahui, bahwa perkumpulan arisan mengalami perkembangan fungsi, bukan saja sebagai lembaga ekonomi dan sosial, akan tetapi juga sebagai institusi keagamaan. Arisan dapat berfungsi sebagai sarana dakwah yang cukup efektif untuk pembinaan keagamaan para anggotanya. Ada empat hal yang dapat diambil dari arisan Trah Sami Rahayu sebagai media dakwah, yaitu: untuk memenuhi perintah agama, untuk mempertahankan jatidiri dan identitas sebagai umat Islam, untuk memperkuat integritas antar anggotanya, dan untuk mengembalikan masyarakat pada fungsi membela kepentingan masyarakat “bawahâ€. Kondisi-kondisi yang mempengaruhi pemanfaatan arisan sebagai media dakwah adalah adanya sebagian anggota arisan yang pengetahuan dan kesadaran keagamaannya masih kurang, dan secara ekonomi termasuk taraf ekonomi lemah sehingga dipelukannya dakwah, baik secara lisan maupun dalam tindakan nyata. Di samping itu ada pengaruh politik dari leluhurnya yang selalu dipegang teguh oleh keturunannya, agar selalu dalam satu keyakinan, selalu rukun, saling bekerjasama dan saling membantu diantara anggota trah. Oleh karena itu arisan sebagai media dakwah perlu dilestarikan.
Arisan is a model of social institution. It is voluntarily established by a group of people based on certain identity, such as occupation, family lineage, ethnic, and religion. It herds is regular meeting. Its members contribute to and take turns at winning an aggregate sum of money. This research aims to observe the improving function of arisan which basically has two important impacts for society, i. e. economic and social aspect, Economically, it functions as a way to deposit sum of money as well as a way to regular financial resources. Socially, it functions to strengthen social solidarity among its members. This is a qualitative research. Data are gained through participant observation, deep interview with some respondents chosen purposively, and documentation. Data gained are qualitatively analyzed to construct the correlation among variables and their typical tendentious" The results showed that arisan has improve function. It does not only function for economic development and social integrity, but it also functions for preaching activity (dakwah). It aims to improve its members religiosity In this case, there are four objectives of Arisan Trah Sami Rahayu. They are to fulfill religions duty, to defend identity as Muslim community, to strengthen integrity among its members, and to strengthen economic capacity of lower level society. The research also finds that the backgrounds which invoke of using arisan as media for preaching is that many members have very little knowledge and uncounciusness of religion and also weak in economic capacity. Such condition really needs both oral and actual preaching for them. Another reason is that they keep their forefathers teaching to always keep in one religion, live in harmony, and help one another especially among big lineage family members. As a conclusion, arisan as media for preaching needs to be continued.
Kata Kunci : Arisan,Dakwah,Trah Sami Rahayu,Preaching