Dunia belanja remaja :: Proses, makna, dan alasan belanja masyarakat di Kota Makassar
HATTA, Ikhtiar, Dr. Irwan Abdullah
2005 | Tesis | S2 AntropologiStudi ini bertujuan untuk melihat proses dan dinamika Masyarakat Kota Makassar khususnya kaum remaja dalam proses berbelanja. Dalam studi ini proses berbelanja dipahami sebagai sebuah mekanisme yang diterapkan oleh kaum remaja untuk mentranspormasi status kepemilikan barang sekaligus memproduksi makna terhadap suatu barang. Dengan demikian proses berbelanja di sini tidak cukup mengawali pemahaman kita dari atau pada saat terjadi transaksi jual beli di tempat berbelanja di mana dalam tulisan ini diistilahkan membeli. Lebih dari itu, pemahaman yang dikembangkan dalam studi ini dilakukan dalam empat tahapan proses berbelanja yakni 1) tahapan akumulasi informasi, 2) tahapan akumulasi modal, 3) tahapan memilih dan membeli, dan 4) tahapan menggunakan belanjaan. Ke empat tahapan tersebut memiliki signifikansi yang kuat demi terwujudnya proses berbelanja bagi kaum remaja. Proses berbelanja tersebut dalam tulisan ini dipahami sebagai sebuah pola berbelanja bagi kaum remaja di kota Makassar. Keempat tahapan tersebut pada dasarnya dapat dikristalisasi dalam tiga vase. Tahapan pertama dan kedua (akumulasi informasi dan akumulasi modal) dapat dikategorikan vase akumulasi modal, tahapan ketiga (tahapan memilih dan membeli barang) merupakan vase membeli, dan tahapan keempat (menggunakan hasil belanjaan) merupakan vase penggunaan. Studi ini tidak hanya berkembang pada “apa†dari kaum remaja yang berbelanja, tetapi juga berkembang dengan mengusung pertanyaan “bagaimana†dan “kenapa†kaum remaja berbelanja. Untuk itu, tulisan ini “mendiagnosa†konsepsi makna yang bekerja dalam proses berbelanja kaum remaja di Kota Makassar. Studi ini menemukan bahwa konsepsi makna yang ada bukanlah konsepsi yang stabil tetapi senantiasa “bergerak†dan sangat dinamis. Labilnya konsepsi makna yang ada dalam proses berbelanja kaum remaja di Kota Makassar sangat dipengaruhi secara simultan oleh sejumlah faktor baik pada dimensi eksternal ataupun dimensi internal, di antaranya determinasi iklan, lingkungan sosial; keluarga, arena bergaul, tempat berbelanja, barang belanjaan, dan selfnya--- keseluruhan faktor tersebut dalam studi berbelanja kaum remaja dapat dipahami sebagai basis nilai. Konsepsi makna dari proses berbelanja kaum remaja di Kota Makassar pada dasarnya hadir di setiap tahapan berbelanja dari proses dialegtika yang terjadi. Makna yang lahir pada saat merencanakan akan mengalami revisi, eliminasi ataupun penguatan pada saat akan membeli dan kemudian kembali melalui proses evaluasi pada tahap penggunaan. Kompleksitas proses berbelanja di atas tentunya tidak dapat dilihat sebagai dunia yang berdimensi satu. Kompleksitas berbelanja kaum remaja di Kota Makassar tersebut merupakan rasionalisasi yang operasional bagi “dirinyaâ€, rasionalisasi dalam berbelanja inilah yang dipahami dalam studi ini sebagai “berbelanja yang ‘seksi’ “.
The purpose of this study is to clarify the process and dynamics of Urban Community in Makassar, particularly, the process of shopping of adolescent. The process of shopping is comprehended as a mechanism that is applied by adolescent to transform the ownership status of goods. It also produces the significance to the goods. Thereby we do not only comprehend the process of transaction which is happened in the early, but also develop the study which has done to the four steps, mainly: 1) accumulation of information 2) accumulation of capital 3) chosen and purchase, and 4) make use of disbursement. This process having the significance to exist the process of shopping that was comprehended as a pattern of shopping for adolescent in Makassar city. Basically, the fourth of the steps were crystallized in three vase. First and the second step can be categorized by vase accumulation of capital, third step are vase purchase, and the fourth step that were using of the result of disbursement mentioned as vase use. This study do not only spread out "what", but also expand with the question "how" and "why" is the adolescent going to shopping? For that, this study diagnosed the conception of work meaning in the process of shopping for the adolescent in Makassar city. This study also realized that the conception of existing meaning is not stable but that is a dynamic moving continually. In consequence, the conception of existing meaning were influenced by a number of external and internal factor of dimension simultaneously. Among other things are determination, advertisement, environmental of social; family, associating, places of shopping, cost of the goods, and personality. Entirety of the factors were mentioned that are perceivable as basis charge. Principally, the meaning of process of shopping existed in the every process of dialectical that happened during shopping for adolescent in Makassar city. The meaning appear at the time of planning will be revised, and eliminated or the motivation buys, then it will be evaluated at use phase. Perhaps, the complexity of the process of shopping cannot be seen as a world dimension solitary. Furthermore, the complexity of shopping implied the applicative rationalization by themselves which have been comprehended as the sexy going to shopping of adolescent in these study.
Kata Kunci : Budaya Konsumerisme,Remaja Kota,Makna,Adolescent, Process of shopping, Meaning, Shopping reasson