Sentralisasi administrasi dan desentralisasi akademik UGM mengimplementasikan PP Nomor 153 Tahun 2000 tentang penetapan UGM sebagai Perguruan Tinggi BHMN :: Studi kasus respon Fakultas terhadap pelaksanaan otonomi kampus
MALAU, Hasbullah, Prof.Dr. Warsito Utomo
2005 | Tesis | S2 Administrasi NegaraPelaksanaan Otonomi berdasarkan PP No 153 Tahun 2000 tentang penetapan UGM sebagai PT BHMN tentu membawa konsekuensi pada Fakultas- fakultas di UGM terutama terhadap pelaksanaan otonom tersebut. Fakultas sebagai unit pelaksana otonomi tentu berbeda responnya terhadap pelaksanaan, pengelolaan, penyelenggaraannya otonomi kampus tesebut. Persoalan di Fakultas Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik hendaknya jangan disamakan, harus di sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan karakteristik keilmuan Fakultas. Kemudian persolan lain yang mengemuka adalah tentang peletakan otonomi kampus tersebut apakah di Fakultas, Universitas, dan Program studi karena tidak semua Fakultas mempunyai sumber dana untuk dapat membiayai operasional pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kulitatif untuk menggambarkan pemahaman Fakultas Filsafat, Ilmu Budaya, Teknik terhadap pelaksanaan otonomi seperti karakteristik keilmuan, kebutuhan, kemampuan dan factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan otonomi. Sedangkan data diperoleh dari informan kunci yang merupakan Stakeholder di Fakultas Filsafat, Ilmu Budaya, Teknik UGM. Teknik pengumpulan data digunakan adalah dokumen, observasi, dan wawancara untuk mendapatkan informasi yang lengkap untuk selanjutnya dianalisis. Berdasarlan hasil penelitian dapat diketahui perbedaan respon Fakultas Filsafat, Ilmu Budaya, dan Teknik dari sistem informasi akutansi, kepegawaian, kemahasiswaan, penelitian, akademik dan kerjasama terhadap pelaksanaan sentralisasi administrasi dan desentralisasi akademik adalah untuk sentralisasi administrasi Fakultas hanyalah menjalankan aturan yang telah ditetapkan Universitas sedangkan desentralisasi akademik, kegiatan akademik Fakultas mengajukan anggaran akademik Universitas sesuai dengan kebutuhan kegiatan akademik Fakultas. Dengan arti kata lain bahwa Fakultas melakukan anggaran berbasis kegiatan. Perlu adanya UU yang mengatur PT BHMN agar blocgrant, kerjasama, dan penelitian bisa dilakukan baik kedalam dan keluar negeri. Perlu penataan ulang terhadap program studi yang tidak sesuai dengan visi dan misi universitas seperti program diploma, magister, dan bersipat professional utnuk segera direalisasikan penempatan dan pengelolaannya dan manajemen yang mandiri dan terpisah. Hal ini untuk lebih mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan seperti penelitian dan perlu adanya kebijakan dari pemerintah agar dosen tidak terlampau disibukkan mencari dana sebab bila hal ini dibiarkan terus menerus akan berdampak pada klualitas dosen mengajar kepada mahasiswa.
Autonomous Execution pursuant to PP No 153 Year 2000 about stipulating UGM as PT BHMN of course bring the affect at Faculty in UGM especially to the otonomous execution. Faculty as autonomous executor unit of course differ the understanding of to execution, management, its management autonomy of campus. Problem in Philosophy Faculty, Cultural Science Faculty, Faculty Of Technique shall don't be equalized, have to in as according to requirement, ability, and characteristic of Faculty science. Later;Then other sole’s which expressing is about autonomous situating of the campus whether in Faculty, University, and study Program of because do not all Faculty have the source of fund to be able to defray the education operational. This research used a qualitative the descriptive method for describring to depict the understanding of Philosophy Faculty, Cultural Science, Technique to autonomous execution like science characteristic, requirement, ability and factor’s influencing autonomous efficacy. While data obtained from key informan representing Stakeholder in Philosophy Faculty, Cultural Science, Technique UGM. Technique of data collecting used by is document, observation, and interview to get the complete information to is henceforth analysed. Based on the research’s of result of knowable understanding research of difference of respon of Philosophy Faculty, Cultural Science, and Technique from information system akutansi, officer, student, research, akademik and cooperation to execution of sentralisasi administration and decentralize the akademik is to sentralisasi of Faculty administration of only running order which have been specified by University of while decentralization akademik, activity of akademik Faculty raise the budget of akademik University as according to requirement of activity of akademik Faculty. With the other word meaning that Faculty do conduct the budget base on activity. Need the existence of low arranging PT BHMN of so to be blocgrant, cooperation, and research can be conducted by goodness into and go out the country. Need the settlement repeat to study program which is disagree with vision and university mission of like diploma program, magister, and professional to is immediately realized by a location and its management and self-supporting management and separated. This matter to be more instruct the student to develop the science of like research and need the existence of policy from government of so that lecturer do not too occupied to look for the fund of because if/when this matter’s let continuously will affect at quality of lecturer teach to student.
Kata Kunci : Otonomi Kampus,BHMN,Sentralisasi Administrasi dan Desentralisasi Akademik,Autonomy, University, PT BHMN