Isolasi dan karakterisasi bakteri pendegradasi Alkana dari Gambut Rawapening, Jawa Tengah
SUGIYARTO, Lili, Ir. Irfan D. Prijambada, M.Eng.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 BioteknologiAlkana sebagai komponen terbesar dalam hidrokarbon minyak bumi dapat menjadi sumber pencemar bagi air tanah, Diperlukan bakteri pendegradasi alkana untuk digunakan dalam bioaugmentasi area tercemar minyak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri pendegradasi alkana dari gambut. Gambut yang digunakan sebagai sumber isolat berasal dari Rawapening Jawa Tengah. Isolasi dilakukan dengan menumbuhkan mikrobia yang berasal dari tanah gambut ke dalam medium minimum Bushnell-Hass (MMBH) yang mengandung 1% ekstrak minyak bumi. Isolat bakteri kemudian diuji kemampuannya mendegradasi hidrokarbon alkana dan minyak bumi. Isolat bakteri terpilih kemudian diidentifikasi secara morfologi dan dikarakterisasi secara biokimia dengan menggunakan kit API 20NE dan ditentukan urutan basa nukleotida pada gen 16S rDNA. Hasil seleksi me nghasilkan dua isolat, yaitu GMI dan GML. Berdasarkan hasil analisis gas kromatografi, isolat GML mampu menurunkan lebih banyak fraksi hidrokarbon minyak bumi daripada isolat GMI. Uji kemampuan degradasi terhadap alkana menunjukkan bahwa kemampuan degradasi isolat GML cenderung semakin kecil sejalan dengan semakin panjang rantai karbon alkana yang digunakan, dengan panjang rantai karbon 15 (pentadekana) paling mudah didegradasi, sedangkan isolat GMI lebih mudah mendegradasi alkana dengan panjang rantai karbon genap dibandingkan rantai karbon ganjil, dengan panjang rantai karbon 16 paling mudah didegradasi. Berdasarkan uji morfologi, biokimia dan analisis urutan basa pada gen 16S rDNA, disimpulkan bahwa isolat GML adalah Acinetobacter calcoaceticus, dan isolat GMI adalah Pseudomonas aeruginosa.
Alkanes as the biggest components of petroleum hydrocarbon may become soils contamination sources. Alkanes degrading bacteria are needed for bioaugmentation of oil contaminated lands. The objective of this study was to isolate alkanes degrading bacteria. The source of isolate were peat soil collected from Rawapening, Central Java. Isolation was done by enrichment in the Bushnell-Hass Minimum Broth (BHMB) containing 1% oil sludge, followed by surface plating on nutrient agar. Selection was based on the isolates to emulsify oil sludge and to degrade alkanes and petroleum hydrocarbon. The selected bacteria were characterized by API 20NE kit and identified based on Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology and nucleotide sequences of 16S rDNA gene. Two bacterial isolates, GML and GMI, were obtained. Based on gas chromatography analysis, GML degraded petroleum hydrocarbon more than GMI. GML degraded alkanes with carbon chain more than 12 with pentadecane as the most preferable substrat. GMI degraded alkanes with even number carbons as the preferable substrat than odd number carbons, with hexadecane as the most preferable substrat. Based on morphological, biochemical and genetical analysis on 16S rDNA gene, GML was identified as Acinetobacter calcoaceticus and GMI as Pseudomonas aeruginosa.
Kata Kunci : Degradasi Alkana,Hidrokarbon Minyak Bumi,Bakteri,Gambut Rawapening, bacteria, alkanes degrading, peat of Rawapening