Laporkan Masalah

Hubungan sikap kerja membungkuk dengan keluhan ketidaknyamanan punggung, ekstremitas atas dan ekstremitas bawah

MUNAWARA, Prof.Dr.dr. Soebijanto

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis

Sikap kerja banyak dipengaruhi oleh alat dan antropometri pengguna. Ketidaksesuaian antara ukuran tempat tidur pasien dengan antropometri perawat memaksa perawat bekerja dengan sikap membungkuk. Sikap kerja membungkuk akan dengan cepat menimbulkan kelelahan karena tubuh harus terus menerus mempertahankan keseimbangan tubuh melawan gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara sikap kerja membungkuk dengan keluhan ketidaknyamanan punggung, ekstremitas atas dan ekstremitas bawah pada perawat di RS Perjan Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Subyek penelitian ini berjumlah 53 orang perawat dari ruang perawatan bedah, interna, obstetri- ginekologi dan poliklinik yang memenuhi kriteria inklusi.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan informasi tentang frekue nsi dan beratnya keluhan serta faktor- faktor lain yang berhubungan dengan keluhan yang dirasakan. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui frekuensi dan durasi membungkuk. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan dimensi tempat tidur dan ukuran antropometri perawat. Metode statistik yang digunakan adalah Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi antara sikap kerja membungkuk (yang terdiri dari dua faktor predikor yaitu frekuensi dan durasi membungkuk) dengan beratnya keluhan ketidaknyamanan punggung 0,900; ekstremitas atas 0,856 dan ektremitas bawah 0,864. Sedangkan koefisen korelasi sikap kerja membungkuk dengan frekuensi keluhan ketidaknyamanan punggung 0,874; ekstremitas atas 0,758 dan ekstremitas bawah 0,743. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan kuat yang positif antara sikap kerja membungkuk dengan keluhan ketidaknyamanan pada punggung, ekstremitas atas dan ekstremitas bawah pada perawat di RS Perjan Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Working position was influenced by the instruments used and the anthropometric factors of the users. The mismatch between patien’s bed’s dimension with nurses’s anthropometry forced the nurses to bend while working. Bending caused unstable work position that caused fatigue because they had to balance continuously their body against gravitation. This research’s aim was to disclose the relation between bending while working and the back, the upper and lower extremities discomfort of nurses at the RS Perjan Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. The design of the study was a Cross Sectional Study of analytical observation. The subjects of observation were 53 nurses from the surgical, internal medicine, obstetrics and gynaecology and the outward departments that fulfilled the criteria. Questionnaire were used for data collection of the relationship between discomfort and the frequency and severity of complaints. The observation was conducted to know the frequency and duration of bending and work position. The bed dimension and the anthropometry of the nurses were measured. Multiple Regression was used to analyze the data. The result showed that the correlation coefficient between bending (that consists of two predictor factors : frequency and duration of bending) with severity of back discomfort is 0,900; upper extremity is 0,856 and lower extremity is 0,864. While the correlation coefficients between bending with frequency of back discomfort is 0,874; upper extremity is 0,758 and lower extremity is 0,743. From the results it is concluded that: there was a significant relationship between bending and discomforts of the back, the upper and lower extremities of nurses at the RS Perjan Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Kata Kunci : Anatomi,Gangguan Muskuloskeletal,Sikap Kerja Perawat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.