Analisis kualitas pelayanan perawatan kehamilan di Kabupaten Proyek Safe Motherhood Project a Partnership and Family Approach (SMPFA) dengan Kabupaten non SMPFA (di Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur) :: Analisis data SDKI 2002-2003
SARDANIAH, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,SpOG,PhD
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kesehatan IbuPelayanan perawatan kehamilan yang berkualitas dapat meningkatkan status kesehatan ibu dan bayi yang pada akhirnya dapat menurunkan angka kemaatian ibu dan bayi, kualitas pelayanan salah satunya dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Proyek SMPFA merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas petugas kesehatan. Aktivitas yang dikembangkan dalam proyek ini bertujuan meningkatkan ketrampilan komunikasi dan konseling petugas kesehatan dalam pelayanan perawatan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan perawatan kehamilan di kabupaten proyek SMPFA dengan kabupaten non SMPFA di Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Data yang digunakan adalah data sekunder SDKI 2002-2003. Subjek penelitian adalah ibu yang melahirkan terakhir pada tahun 1997 sampai tahun 2002 di Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Besar sampel penelitian setelah mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi sebesar 3093 wanita, yang terdiri dari 2019 wanita, di kabupaten proyek SMPFA dan sebesar 1079 wanita di kabupaten non proyek SMPFA. Analisis data menggunakan analisis univariabel, analisis bivariabel (uji chi square), dan analisis multivariabel (regesi logistik). Hasil penelitian ini adalah kualitas pelayanan perawatan kahamilan di kabupaten proyek SMPFA lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten non SMPFA (17,6 % : 23,6 %). Berdasarkan analisis statistik perbedaan tersebut pelayanan perawatan kehamilan berkualitas di kebupaten non-SMPFA 0.68 kali lebih besar dibanding kabupaten proyek SMPFA (CI 95 % 0,57-0,02). Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pelayanan perawatan kehamilan di kabupaten SMPFA lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten non-SMPFA. Keberhasilan proyek SMPFA dapat dilihat dengan membandingkkan data seelum dan sesudah pelaksanaan proyek.
Background: Quality antenatal care can improve maternatal and neonatal health as decreasing maternal and neonatal mortality. One of the influences of quality is human resources. Strategy that address the need of qualified health provider is SMPFA project. Activies developed in this project had objective to increase quality of health provider skills in communication and counseling in antenatal care. Objective: To know the quality of antenatal care SMPFA project regency and SMPFA non-project districts in Jawa Tengah and Jawa Timur. Methods: The study used cross sectional study method and secondary data of IHDS 2002-2003. Subject of the study were mother who gave birth during 1997-2002 at province of Jawa Tengah and Jawa Timur. Samples were as many as 3093 mothers from districts of non SMPFA project. Data analysis were done in phases, univariable with frequency distribution, bivariable with chi square test and multivariable with logistic regression at significance level 0.05. Result: The quality of one of antenatal care project district (17.6 %) was lower compare to one of non-SMPFA project district (23.6 %). There was significant difference (X2 = 15.94, p = 0.00). Quality of antenatal care service at district of SMPFA project was 0.68 times greater than at non SMPFA (CI 95 % 0.57-0.02). Conclusion: The quality of antenatal care SMPFA project district was lower than one non-SMPFA project district. The Impact of the project can observe by comparising baseline data and the end of few project data.
Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi,Kualitas Layanan,Perawatan Kehamilan,quality of service, maternity care.