Laporkan Masalah

Hubungan kekerasan terhadap anak dalam keluarga dengan prestasi belajar di sekolah

LESTARI, Kurniati Puji, dr. Ova Emilia, M.Med.,0pOG(K),PhD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kesehatan Ibu dan An

Latar belakang : Stres ganda dalam keluarga yang disebabkan oleh sedikitnya sumberdaya ekonomi (keluarga miskin), konflik perkawinan, masalah dalam keluarga yang menyangkut kesehatan, pendidikan dan kebutuhan sehari-hari dapat menyebabkan konflik dalam kehidupan anak dalam sosialisasinya. Keluarga degan stress ganda tersebut mudah melakukan kekerasan kepada anak dalam berbagai bentuk seperti kekerasan fisik, emosional, verbal maupun seksual. Akibat dari bentuk kekerasan tersebut dapat menggangu interaksi sosial anak di tengah masyarakat ataupun sekolah sehingga mempengaruhi anak dalam pencapaian prestasi belajarnya. Prestasi belajar yang dicapai siswa pada hakikatnya merupakan hasil interaksi antara faktor internal yaitu tingkat kecerdasan anak, emosi serta kemampuan adaptasi dan faktor eksternal yaitu pola asuh keluarga, status sosial ekonomi serta proses pembelajaran disekolah Tujuan Penelitian : Untuk mengkaji hubungan kekerasan terhadap anak dalam keluarga dengan prestasi belajar di sekolah. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan Case Control Study. Objek penelitian adalah anak kelas 3 dan 4 SD di SD Perumnas Banyumanik 7-8-14 Semarang tahun ajaran 2003-2004 yang mempunyai prestasi belajar dibawah rata-rata kelas sebagai kasus dan anak dengan prestasi belajar diatas rata-rata kelas sebagai kontrol. Besar sampel sebayak 54 kasus dan 54 kontrol. Variabel bebas adalah kekerasan terhadap anak dalam keluarga sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar. Variabel luar adalah latar belakang pendidikan ibu, pegeluaran pendapatan keluarga dan jumlah absen dalam satu bulan. Analisis data secara bertahap, yaitu : 1) Analisis Univariat dilakukan dengan uji statistik deskriptif; 2) Analisis Bivariat dengan uji statistik Chi Square; 3) Analisis Multivariat dengan analisa Regresi Logistik. Hasil : Hasil penelitian ini menggambarkan variabel bebas dan terikat mempunyai hubungan yang bermakna (p<0,05). Siswa yang mengalami kekerasan tinggi berisiko 14,5 kali lebih besar memiliki prestasi belajar kurang dibanding dengan siswa yang mengalami kekerasan rendah (CI 95%: 2.78-75.5). Setelah di kontrol dengan frekuensi absen, pendidikan ibu dan pengeluaran pendapatan bahwa anak yang memiliki kekerasan tinggi berisiko 12,5 kali memiliki prestasi belajar dibawah rata-rata. Kesimpulan : Kekerasan Tinggi berupa kekerasan fisik, emosional, verbal dan seksual adalah memiliki risiko terjadinya prestasi belajar dibawah rata-rata.

Background: Double stress in the family caused by limited economic resources (poverty), marital conflict, problems in the family related to health, education and daily necessities may cause conflict in children's social life. Families with such stress can easily practice violence to children in various forms such as physical, emotional, verbal or sexual. Violence in various forms can disturb children's social interaction both in the community and school and therefore affects their academic achievement. Students' academic achievement is basically a result of interaction between both internal factors, i.e. intelligence, emotion and adaptation capability and external factors, i.e. family rearing pattern, social economic status and learning process in school. Objective: To evaluate relationship between violence against children in the family and academic achievement in school. Method: This was an observational study with case control study design. Object of the study were school children in grade 3 and 4 of Perumnas Banyumanik 7-8-14 Elementary School in Semarang 2003-2004 academic year who had academic achievement below the passing grade as the case and those having higher academic achievement as the control. Samples were as many as 54 cases and 54 controls. Independent variable was violence against children in the family whereas dependent variable was academic achievement. External variables were mothers' educational background, family income and number of attendence to school in a month. Data were analyzed in phases: 1) univariate analysis used descriptive statistical test; 2) Bivariate analysis used chi square statistical test; 3) Multivariate analysis used logistic regression. Result: Result of the study showed that both independent and dependent variables had significant relationship (p<0.005). Students encountering high violence had risk 14.5 times greater for low academic achievement than those having low violence (CI 95%:2.78-75.5). After being controlled with frequency of absence from school, mothers' education and income the study showed that students encountering high violence had risk 12.5 times for having academic achievement below the passing grade. Conclusion: High violence, either physical, emotional, verbal and sexual had high risk for low academic achievement.

Kata Kunci : Kesehatan Anak,Kekerasan Dalam Keluarga,Prestasi Belajar,child's abuse , academic achievement in school


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.